Marcus Rashford Barack ObamaGoal/Getty

Bintang Manchester United Marcus Rashford Kenang Pertemuan "Surealis" Dengan Barack Obama

Bomber Manchester United Marcus Rashford mengungkap bahwa ia pernah berbincang dengan Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam sebuah panggilan video, untuk membahas pengaruh anak muda bagi masyarakat.

Pria Inggris itu berkata bahwa pengalaman berbicara dengan Presiden Amerika yang ke-44 surealis, dan berujar diskusi mereka membahas pentingnya membaca dan kerja komunitas.

Rashford semakin berperan di luar lapangan, karena dirinya ikut serta melakukan kerja sosial dua tahun belakangan, terutama saat menjadi ujung tombak untuk mengentaskan kemiskinan anak dan menjadi penyedia makanan gratis di sekolah selama pandemi Covid-19.

Tentang bisa mengobrol dengan seorang mantan presiden, Rashford berkata: "Lumayan surealis! Saya duduk di dapur di Manchester, berbicara dengan Presiden Obama, namun ia langsung membuat saya merasa nyaman."

"Saya langsung sadar pengalaman kami sebagai anak-anak dalam membentuk kepribadian kami sangat mirip - kesusahan, hambatan, dan lain-lain. Saya benar-benar menikmati tiap menitnya. Saat Presiden Obama berbicara, rasanya Anda hanya ingin mendengarkan."

Obama berkata: "Pemuda yang saya temui - termasuk Marcus - mereka lebih maju ketimbang saat saya berusia 23. Mereka telah membuat perubahan dan menjadi sosok positif di dalam komunitas mereka."

Pria 23 tahun itu mendukung kampanye penyediaan makanan gratis bagi anak-anak miskin sejak awal pandemi Covid-19, setelah pernah mengalami hal yang sama saat belia dan dibesarkan oleh orang tua tunggal - nasib yang sama dengan Mantan Presiden Obama.

Ia berperan besar untuk membuat pemerintah memberi bantuan kepada 1,7 Juta anak-anak rentan sebesar £520 Juta dan proyeknya yang lain berhasil membantu membagikan 130 Juta makanan gratis.

Rashford  juga terlibat dalam kampanye melawan ujaran kebencian daring dan rasialisme di sepakbola, yang baru saja ia alami setelah Manchester United kalah di tangan Villareal di final Liga Europa pekan ini.

Ia menerima "setidaknya 70 hinaan rasialis" dari berbagai akun usai laga di Gdansk, di mana United kalah 11-10 dalam adu penalti.

Iklan