Pelatih AC Milan, Marco Giampaolo, mengaku tumbuh sebagai fans Inter Milan. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya bukan "kuda troya".
Dalam mitologi Yunani, istilah "kuda troya" identik digunakan sebagai simbol jebakan yang terlihat menarik yang ditujukan untuk menaklukkan sang lawan.
Kebetulan, Giampaolo memang tengah berada di ujung tanduk setelah Milan menjalani start terburuk di Liga Italia dalam 81 tahun terakhir.
Pada laga terbaru alias giornata keenam, Milan dikalahkan Fiorentina dengan skor 1-3 di San Siro, Senin (30/9) dini hari WIB.
"Anda mengatakan saya sudah banyak bekerja tetapi bekerja dengan buruk? Kami akan menemukan solusinya," ucap Giampaolo.
"Mengundurkan diri? Tidak pernah! Meninggalkan tim ini berarti menyerah dan kami tidak akan pernah menyerah," tutur mantan pelatih Sampdoria itu.
"Saya pernah bilang bahwa saya adalah fans Inter sampai saya berusia 10 tahun. Tetapi, saya bukan kuda troya," kata dia.
"Kami sedang berusaha untuk makan panettone [kue khas Italia]. Tujuan kami untuk melakukan yang terbaik. Milan berada di atas kepentingan individu," tambahnya.
Giampaolo dikabarkan masih diberi kesempatan satu laga untuk mengembalikan krisis Milan. Terdekat, Rossoneri akan menghadapi Genoa di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (6/10) dini hari WIB.


