“Tidak ada hal positif yang bisa diambil dari penampilan kami," ucap Marcelo Bielsa selepas Leeds United dikalahkan Manchester City dengan skor 7-0, Selasa lalu.
“Saya tidak dapat menemukan apapun yang dapat dihargai. Ketika tidak ada yang dilakukan dengan baik. Bukan individu yang gagal, tapi organisasi permainan. Tidak ada pembenaran yang dapat saya tawarkan,” tutur pelatih asal Argentina itu.
"Kami belum pernah tampil [seburuk] seperti hari ini,” tambahnya.
Bielsa benar - kekalahan di Stadion Etihad adalah yang terburuk yang pernah dialami Leeds di bawah pelatih veteran itu sejak ia tiba di West Yorkshire pada 2018 lalu. Dalam hal margin, hasil ini juga jadi yang terburuk dalam sejarah klub.
Sebetulnya, bukan hasil memalukan kalah di rumah City, tapi cara Leeds menyerah adalah keprihatinan besar, terutama setelah paruh pertama musim yang bikin mereka hanya memenangkan tiga dari 17 pertandingan.
Sebuah musim yang dimulai dengan harapan untuk lolos ke kompetisi Eropa kini berubah menjadi bagaimana klub tidak kembali ke Divisi Championship. Memang, ada faktor-faktor yang meringankan untuk dipertimbangkan, salah satunya badai cedera. Tapi, tidak ada keraguan bahwa Bielsa harus bertanggung jawab atas grafik menurun Leeds saat ini.
Getty/GOALJuru taktik berusia 66 tahun itu melakukan keajaiban selama tiga musim pertama di Elland Road. Ia membawa skuad yang biasa finis di papan tengah klasemen Divisi Championship ke peringkat kesembilan di Liga Primer dengan permainan mendebarkan.
Jadi apa yang salah?
Narasi yang menentukan musim Leeds sejauh ini adalah cedera. Bielsa tidak dapat memilih komposisi skuad yang sepenuhnya bugar pada tahap apapun.
Sang pelatih sempat hampir merasakan kekuatan terbaik skuadnya pada 5 Desember lalu, ketika Luke Ayling dan Patrick Bamford tersedia lagi setelah lama absen. Tapi, lima pemain kunci kembali harus absen hanya beberapa hari kemudian.
Leeds kehilangan pemain terbaik mereka [Kalvin Phillips], pencetak gol terbanyak [Patrick Bamford], kapten tim [Liam Cooper] dan pemain termahal [Rodrigo Moreno]. Jelas, Leeds kekurangan kualitas dan kepemimpinan saat gawang Illan Meslier dibombardir, Selasa lalu.
Tapi, fakta bahwa bagasi pemain cadangan tidak mumpuni untuk pemain di posisi kunci kembali jadi desakan Bielsa, yang pada gilirannya akan membingungkan strategi transfer pada bursa transfer musim panas mendatang.
Situs Leeds mencantumkan bahwa mereka hanya memiliki 19 pemain di tim utama yang menjadi skuad terkecil Liga Primer Inggris. Meskipun klub memiliki kumpulan pemain U-23 yang berbakat yang dapat membantu mengisi kekosongan pada hari pertandingan, jelas bagi para fans musim lalu bahwa absen yang berkepanjangan untuk pemain seperti Phillips dan Bamford dapat memiliki efek bencana, kecuali jika mereka punya pemain cadangan yang layak.
Tapi bukannya menghidupkan kembali skuad yang telah melampaui ekspektasi selama tiga tahun terakhir, Leeds hanya jalan di tempat. Mereka mengganti bek kiri Gjanni Alioski dengan Junior Firpo, sebelum menunggu hingga hari terakhir jendela transfer untuk mendatangkan Dan James dari Manchester United senilai £25 juta.
Getty/GOALTidak ada striker cadangan yang benar-benar tajam. Rodrigo dan Tyler Roberts dipercaya untuk memberikan dukungan untuk Bamford, sementara yang paling membuat frustrasi adalah tidak ada pemain baru di lini tengah. Padahal, itu adalah posisi di mana Leeds tidak memiliki bakat yang sama dengan rival mereka, terutama ketika Phillips tidak berada di lapangan.
Bersama Phillips di skuad utama musim lalu, Leeds hanya kalah delapan kali dari 28 pertandingan di liga. Tanpanya, mereka menelan tujuh kekalahan dari sepuluh laga.
Leeds melakukan upaya untuk memperkuat lini tengah, tapi ditolak oleh Conor Gallagher yang lebih memilih untuk bergabung dengan Crystal Palace dengan status pinjaman dari Chelsea.
Pemilik klub, Andrea Radrizzani, bahkan bikin marah fans ketika ia mengklaim di Twitter bahwa Adam Forshaw—gelandang Leeds yang telah absen selama dua tahun karena cedera pinggul—adalah pemain yang dibutuhkan untuk menutupi ketidakhadiran Phillips. Namun, Forshaw nyatanya tidak tampil oke tanpa Phillips.
Meskipun Leeds memiliki tim di belakang layar yang dipimpin oleh direktur olahraga Victor Orta yang mengurusi target transfer, keputusan akhir jatuh ke Bielsa, dan terlalu sering dia enggan tergoyah untuk meyakini skuad kecilnya tersebut.
Loyalitas itu, tentu saja, melahirkan moral yang kuat di dalam skuad, tapi itu juga mengarah pada situasi mengerikan. Contoh nyata jelas terjadi baru-baru ini saat timnya digulung sang juara Liga Primer dan pemimpin kompetisi saat ini.
Apakah jadi hal yang mengherankan banyak hal tidak berjalan melawan City?
“Saya pikir klub telah menempatkan sumber daya manusia yang cukup untuk saya agar hasilnya berbeda,” kata Bielsa pada November lalu, saat membantah klaim bahwa ia membutuhkan skuad yang lebih dalam.
"Saya tidak bisa menghubungkan posisi di klasemen, atau cedera, dengan jumlah pemain yang tidak mencukupi,” imbuhnya.
Getty/GOALHarus diakui, jumlah pemain senior di skuad Bielsa sedikit, tapi ada masalah lebih lanjut dalam hal bagaimana ia mengatur timnya.
Idealisme Bielsa tidak hanya menghentikannya dari godaan merekrut pemain baru. Ia lebih suka memberikan kesempatan kepada beberapa pemain muda berbakat klub untuk membuktikan diri ketika posisi terbuka untuk diisi.
Meskipun Joe Gelhardt dan Charlie Cresswell telah menjalani debut penuh mereka di Liga Primer musim ini, pasangan berusia 19 tahun ini masing-masing hanya menjadi starter dalam satu pertandingan, ada celah di tim yang bisa mereka bantu isi.
Penyerang Gelhardt—yang mencetak gol pertamanya di Leeds melawan Chelsea pada akhir pekan lalu—jauh lebih terbiasa memimpin lini depan saat Bamford dan Rodrigo absen daripada pemain seperti James. Sementara bek Cresswell memiliki kedewasaan dan atribut fisik untuk mengatasi level Liga Primer. Menurunkan pemain timnas U-21 Inggris itu juga kaan memungkinkan Ayling kembali ke posisi aslinya sebagai bek kanan.
Sebaliknya, Bielsa tampaknya memiliki sistem hierarkis dalam skuadnya. Ia hanya akan beralih ke pemain yang lebih muda jika setiap kemungkinan kombinasi dari pemain senior telah dicoba terlebih dahulu.
Tidak memperhitungka mereka lagi sejak kekalahan telak melawan Manchester City mungkin tidak bijaksana, tapi jelas strategi saat ini tidak berhasil, dan suntikan pemain muda mungkin hanya dibutuhkan tim ini dalam jangka pendek.
Sementara secara gaya permainan, Bielsa terus menggunakan sistem penjagaan satu lawan satu yang bisa membuat timnya mendapat masalah melawan tim yang memiliki pemain dengan dribel cepat dan percaya diri seperti City.
Alangkah lebih bijak untuk memilih bermain aman di Etihad dan mengincar satu poin. Terlepas dari itu, perbedaan kualitas antara kedua tim mungkin tidak juga mengubah hasil.
Masih harus dilihat, apakah Bielsa bersedia mengubah cara main timnya melawan tim yang lebih lemah. Namun, itu agak sulit terjadi.
Getty/GOALDalam keadaan normal, masalah seperti itu hanya akan mengarah pada anggapan: manajer keras kepala yang perlu diberhentikan dari tugasnya sebelum terlambat untuk memperbaiki situasi. Dilihat-lihat, para fans Leeds secara realistis juga ingin Bielsa dipecat.
Ya, masalah Leeds saat ini sebagian besar disebabkan oleh pencarian pelatih yang sekiranya akan cocok. Tidak ada manajer lain yang secara realistis dapat direkrut oleh klub yang memiliki kemampuan untuk membuat skuad saat ini untuk sekali lagi menuju ke arah yang benar.
Metode Bielsa telah terbukti berhasil di Championship dan Liga Primer, dan jika kutukan cedera yang menggerayangi kamp latihan Thorp Arch dapat mereda dalam beberapa bulan mendatang, maka setidaknya ada 11 pertama di Leeds yang mampu membawa klub memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Satu atau dua tambahan pemain yang tepat pada bursa Januari mendatang bisa membantu, bahkan jika itu hanya para pemain yang dapat kembali ke posisi murni mereka di saat rekan setim lainnya kembali ke kebugaran penuh.
Namun, Leeds barangkali lebih dulu mesti menjalani periode buruk lainnya lagi. Arsenal bakal mengunjungi Elland Road pada akhir pekan ini sebelum Leeds Bielsa bertandang ke Anfield untuk hadapi Liverpool pada Boxing Day, mengakhiri empat pertandingan berturut-turut melawan tim 'Enam Besar'.
Pertandingan kandang melawan tim terbawah saat ini Burnley dan Newcastle segera menyusul. Itu menawarkan Leeds kesempatan untuk keluar dari masalah jika efek pasca-kekalahan City dapat dihilangkan dengan cepat.
Tanggung jawab ada pada Bielsa untuk memimpin timnya melalui situasi sulit saat ini, dan meski mungkin ada beberapa yang mempertanyakan keputusan yang telah ia buat, tidak ada orang yang mereka lebih suka berada di ruang ganti selain “Si Gila”.




