Marcelo Bielsa menggambarkan Diego Maradona sebagai seorang seniman yang "keindahannya tidak bisa ditandingi", dengan manajer Leeds United itu menambahkan suaranya untuk memberikan penghormatan buat sang legenda.
Juara Piala Dunia dan legenda Argentina, Maradona, telah meninggal dunia di usia 60 tahun akibat serangan jantung pada Rabu (25/11).
Jutaan orang di seluruh dunia terguncang dengan berita sedih tersebut. Ditetapkan, tiga hari berkabung nasional di Argentina.
Bielsa termasuk di antara mereka yang selalu menjunjung tinggi Maradona. Tanpa keraguan, ia menyebut menyebut ikon Argentina itu sebagai pemain terhebat sepanjang masa.
Bielsa sangat sedih mengetahui kepergian Maradona, tapi ia mengatakan peraih Piala Dunia 1986 itu akan terus hidup dan akan terus menjadi sumber inspirasi bagi generasi yang akan datang.
"Ia adalah untuk kami dan akan terus menjadi idola," ujar Bielsa.
"Mengingat fakta ia tidak ada di sini bersama kita lagi, itu membuat kami sangat sedih. Kehilangan idola buat kita adalah sesuatu yang membuat kita merasa lemah."
"Semua yang dia lakukan sebagai pesepakbola adalah keindahan yang tidak bisa ditandingi."
"Maradona adalah seorang seniman. Dimensi dampak seninya memiliki pengakuan yang tak terbatas. Salah satunya, yang menonjol adalah, lagu-lagu yang ditulis tentang dia luar biasa."
"Saya membaca teks-teks setelah kematiannya yang sangat emosional dan itu adalah pengakuan atas apa yang dia berikan kepada para penonton dalam keindahan."
"Dalam hal apa yang menandakan bagi kami [Argentina] khususnya, Diego membuat kami merasa itu sebagai fantasi; seperti idola yang Anda rasakan."
Bielsa membawa Leeds promosi pada musim lalu, mengakhiri 16 tahun absen dari Liga Primer Inggris. Berkat capaiannya itu, ia dinominasikan untuk penghargaan Pelatih Terbaik Tahun Ini di seremoni Terbaik FIFA.


