Mantan pelatih Italia, Juventus, dan juara Piala Dunia, Marcello Lippi, mengatakan dirinya "sudah selesai sepenuhnya" dengan kepelatihan.
Lippi sudah "menganggur" sejak mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Tiongkok pada November tahun lalu menyusul kekalahan di kualifikasi Piala Dunia 2022 di tangan Suriah. Tugas kepelatihan periode kedua untuk negara Asia itu hanya berlangsung selama enam bulan.
Lippi pernah menghadirkan gelar untuk Italia, Juventus, dan raksasa Tiongkok, Guangzhou Evergrande, namun pelatih berusia 72 tahun itu kini tidak akan kembali mendampingi tim mana pun di sisi lapangan.
"Saya pasti sudah selesai dengan kerja kepelatihan," ujar Lippi kepada Radio Sportiva.
"Benar, itu sudah cukup. Mungkin saya bisa berguna dalam peran yang lain, mari kita lihat. Tapi, tidak ada sampai musim semi."
Setelah sempat menangani Atalanta dan Napoli, Lippi mulai melatih Juventus pada 1994, dengan membawa Bianconeri meraih tiga gelar Serie A Italia dan trofi Liga Champions terakhir klub pada musim 1995/96.
Dalam dua periode kepelatihan Juventus, diapit masa jabatan satu tahun dengan Inter Milan, Lippi memenangkan lima trofi SerieA, empat mahkota Piala Super Italia, satu Liga Champions, Piala Super UEFA, Piala Interkontinental, dan Coppa Italia.
Setelah meninggalkan Juventus pada 2004, Lippi membawa Italia meraih trofi Piala Dunia pada 2006 dan ia kembali ditunjuk sebagai pelatih Azzurri pada 2008.
Di Tiongkok, Lippi melatih Guangzhou Evergrande dan meraih tiga gelar Piala Super Tiongkok dan trofi Liga Champions Asia bersama Piala FA Tiongkok dan Piala Super Tiongkok.
Namun, Lippi harus berjuang untuk meraih kesuksesan bersama tim nasional Tiongkok dan akhirnya mengumumkan pengunduran diri yang mengejutkan pada November 2019 setelah kekalahan yang mengecewakan lawan Suriah.


