Marc Klok - Untuk Para Atlet Cover 2Goal Indonesia

"Kepada Para Atlet, Gunakan Suaramu!" - Blog Eksklusif Marc Klok x Goal Indonesia

Saat ini kita tengah berada dalam suasana bergembira karena hal yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Benar, sepakbola Indonesia kembali dan kita semua bisa melihat bagaimana antusiasme bergeliat. 

Dengan ada kabar hadirnya kompetisi yang bakal menjadi pelepas dahaga para pecinta sepak bola Tanah Air, meskipun hanya masih berbentuk turnamen pemanasan alias pramusim, saya melihat adanya aura positif di semua wajah teman-teman pemain yang saya lihat.

Namun saya ingin mengajak sedikit mundur. Sebagai seseorang yang tidak hanya berdiam, tapi juga ikut memberikan suara lantang dan memobilisasi rekan-rekan pemain untuk bersuara agar sepakbola bisa kembali dipertandingkan, saya pribadi merasakan kebahagiaan tersendiri.

Masih ingat dengan #AyoMainLagi? Saya berkata pada diri saya sendiri dan menyampaikan pada teman-teman pemain, “Campaign #AyoMainLagi akhirnya berbuah dan berhasil membuat sepakbola kembali!”

Saya ingin berbagi pendapat tentang pentingnya suara seorang pemain. Pesepakbola di mana pun itu, termasuk di Indonesia, pasti memiliki "suara" yang bisa didengarkan stakeholder sepakbola. Kita harus ingat bahwa sepakbola itu jika kita ibaratkan dengan piramida, maka pemain itu komponen paling penting dalam sepakbola. Oleh karena itu, gunakanlah "suara" dengan sebaik-baiknya.

Contoh dalam #AyoMainLagi, itu adalah sebuah gerakan sosial yang memang hanya terjadi di media sosial. Tapi jika kita melihat gaung dan dampaknya terhadap stakeholder lain (termasuk suara suporter), kita bisa katakan campaign tersebut berhasil untuk kemudian mengubah "suara" menjadi kebijakan. Itu semacam sebuah estafet.

Dalam tujuh hari pertama saja, kampanye #AyoMainLagi langsung mencapai 8.000 pos di Instagram, diunggah lebih dari 70 atlet, dan mendapatkan 1,4 juta interaksi.

Saya juga berterima kasih kepada para teman-teman pemain yang ikut menggaungkan kampanye #AyoMainLagi. Lihat bagaimana kita akhirnya bersatu. Berbeda-beda klub yang dibela, tapi kita bersatu karena keresahan yang sama kita rasakan.

Pesan yang kami usung bukan untuk menunjuk siapa yang salah dan siapa yang harus bergerak, melainkan lebih kepada bagaimana dampak tidak adanya sepakbola terhadap nasib-nasib para pemain, pelatih, dan bahkan orang-orang di luar sana yang bertumpu pada sepakbola.

Saya orang yang fair, dan saya mengapresiasi siapa pun yang berhasil membuat sepakbola kembali, dan saya berterima kasih kepada semua pihak.

Tonton juga perbincangan saya dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga soal kembalinya sepak bola!

Namun sekarang tugas kita akan lebih berbeda. Kita kini juga harus menjadi contoh untuk bertindak sesuai protokol kesehatan. Dan tentunya kita harus menggunakan suara kita untuk membantu menggaungkan kampanye-kampanye positif agar sepak bola Indonesia tetap mendapatkan izin dipertandingkan.

Mari kita jaga itu bersama!

Iklan
0