OLEH DIMAS PANJI SETYADI Ikuti di twitter
Bek Borussia DortmundMarc Bartra mengatakan serangan bom yang mengarah ke bus tim membuatnya merasakan 15 menit terpanjang dalam hidupnya.
Bartra mengalami luka pada tangannya akibat tiga ledakan di sekitar bus yang mereka tumpangi saat sedang dalam perjalanan menuju Signal Iduna Park untuk menjalani laga leg pertama perempat-final Liga Champions kontra AS Monaco, Selasa (11/4).
Bek asal Spanyol itu harus menjalani operasi dan kini ia diprediksi akan absen untuk setidaknya empat pekan mendatang.
SIMAK JUGA: Kondisi Marc Bartra Membaik Setelah Jalani Operasi
Setelah mendapat kunjungan dari keluarganya, Bartra mengungkap hal yang ia alami dan rasakan pada insiden itu.
"Hari ini saya kembali mendapat kunjungan yang membuat saya menjadi yang paling bahagia. Mereka adalah segalanya, alasan saya berjuang untuk mengatasi setiap rintangan, dan ini menjadi hal tersulit dalam hidup saya. Saya harap ini tidak terjadi pada siapa pun." tulis Bartra di akun Instagram-nya.
"Rasa sakit, takut, tidak tahu apa yang terjadi atau berapa lama itu akan berlangsung. Itu adalah 15 menit terpanjang dalam hidup saya."
"Saya ingin mengatakan rasa terguncang yang saya alami telah semakin menghilang setiap hari dan rasa itu digantikan oleh keinginan untuk hidup, berjuang, bekerja, tertawa, menangis, merasa, mencintai, percaya, bermain, berlatih, untuk menikmati waktu bersama orang yang dicintai, rekan setim, semangat saya, untuk bertahan, mencium rumput sebelum pertandingan, seperti yang biasa saya lakukan untuk memotivasi diri sendiri."
SIMAK JUGA: Marc Bartra Absen Empat Pekan
"Satu hal yang saya minta, hanya satu hal, adalah kita semua hidup dalam kedamaian dan tinggalkan peperangan."
"Beberapa hari ini ketika saya melihat pergelangan tangan saya yang terluka, tahukah Anda apa yang saya rasakan? Kebanggaan. Saya melihat itu dan merasa bangga karena memikirkan semua kehancuran yang ingin mereka ciptakan hanya berakhir dengan luka ini."
"Saya harus melupakannya dan pulih sehingga bisa kembali berada di kondisi 100 persen secepat mungkin," ungkap bek berusia 26 tahun itu.


