Marco Motta & Marko Simic - Persija JakartaAlvino Hanafi

Marah, Sedih, & Kecewa, Marco Motta Sebut Obat Persija Jakarta Hanya Menang

Persija Jakarta menderita dua kekalahan beruntun pada Liga 1 2021/22, yakni melawan Bali United dan Borneo FC. Kekalahan melawan Borneo sunggung menyakitkan, karena tim ibu kota dilumat usai merayakan hari ulang tahun, yang artinya gagal mempersembahkan kado kemenangan untuk suporter.

Situasi ini dirasa berat untuk Persija, dan seluruh anggota tim merasa kecewa. Marco Motta menuturkan, kondisi tim benar-benar terpukul karena dua hasil minor yang didapatkan, obat yang yang pas untuk kekecewaan ini adalah bangkit meraih kemenangan, pada laga lanjutan Liga 1 terdekat.

Macan Kemayoran akan menghadapi TIRA Persikabo, 3 Desember nanti, di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul. Motta menyebut pertandingan itu krusial untuk membangun kembali momentum tim yang retak karena dua kekalahan beruntun.

“Selanjutnya kami akan berhadapan dengan Persikabo dalam empat hari ke depan. Kami harus melupakan kemarahan dan kekecewaan hari ini (vs Borneo) dan memenangkan pertandingan dari Persikabo,” ucap Motta selepas laga melawan Borneo.

“Saya pikir di babak pertama kami memiliki banyak kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol. Saya pikir kondisi fisik menjadi penyebab kekalahan. Di babak kedua terlihat sekali kami kelelahan dan terus tertekan. Sebenarnya hands saya tadi tidak pinalti, tapi pada saat ini apa pun alasannya tidak penting lagi, itu sudah terjadi. Pada akhirnya kami kebobolan di menit akhir dan susah untuk bangkit ketika itu."

“Kami sedih, kami marah, kami kecewa. Kami mau memberikan kado spesial untuk Persija dan the Jakmania, tapi inilah sepakbola. Yang sudah terjadi itulah realitanya. Kami harus memiliki semangat juang yang lebih keras untuk memenangkan setiap pertandingan,” tandas mantan pemain AS Roma dan Juventus tersebut.

Iklan
0