PSS Sleman, menyerahkan semua keputusan kepada PSSI terkait nasib kompetisi musim ini. Termasuk diterapkannya atau tidak degradasi di Liga 1.
Mencuatnya, Liga 1 dan Liga 2 tidak ada degradasi setelah PSSI menggelar rapat komite eksekutif (Exco) beberapa hari lalu. Dalam agenda tersebut disebutkan beberapa klub mengusulkan penghapusan degradasi.
PSSI menyebut ada sejumlah alasan yang membuat klub meminta musim ini tanpa degradasi. Satu di antaranya karena kompetisi dilangsungkan dalam suasana pandemi virus corona yang belum berakhir.
“Kami mengerti alasan beberapa klub yang menyarankan ditiadakannya degradasi untuk kompetisi 2021. Keputusan akhir menjadi wewenang dari PSSI dan PT LIB [Liga Indonesia Baru]. Itulah sikap kami," kata direktur utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Marco Gracia Paulo, dikutip laman resmi klub.
"Namun, yang perlu digarisbawahi sekali lagi adalah PSS dalam posisi siap hadapi kompetisi dengan sistem degradasi,” mantan deputi sekjen PSSI tersebut menambahkan.
PSS SlemanPSS siap untuk mengarungi kompetisi dengan degradasi karena telah menyusun komposisi pemain yang oke. Penampilan anak asuh Dejan Antonic tersebut sudah diuji saat Piala Menpora 2021.
Pada Piala Menpora, PSS berhasil menyabet peringkat ketiga. Posisi tersebut didapatkan setelah Super Elang Jawa, mengalahkan PSM Makassar dengan skor tipis 2-1.
“Kesiapan PSS itu bisa dilihat dari cara kami merekrut pemain. Mereka disiapkan untuk menghadapi kompetisi dengan mode normal dan kompetitif,” ujarnya.
PSSI bakal membawa persoalan penghapusan degradasi ke Kongres Tahunan. Rencananya, agenda itu dilaksanakan di Jakarta pada 29 Mei mendatang.
Selain itu, PSSI akan berkomunikasi dengan AFC dan FIFA. Langkah tersebut dilakukan agar federasi sepakbola nasional itu tidak melanggar aturan yang berlaku bila Liga 1 dan Liga 2 digelar tanpa degradasi.
