Pelatih Real Betis Manuel Pellegrini melakukan pembelaan kepada manajer Manchester United Erik ten Hag terhadap keputusannya mendepak Cristiano Ronaldo pada musim ini.
Banyak kalangan yang mengaitkan kekalahan telak 7-0 dari Liverpool sebagai penyebab tidak adanya sosok Ronaldo di barisan depan United, sehingga The Reds bisa leluasa melakukan tekanan. Hal itu sempat disampaikan eks striker United, Louis Saha.
Sedangkan Piers Morgan menganggap kekalahan itu sebagai bentuk karma yang diterima United atas keputusan Ten Hag mendepak sahabat jurnalis sekaligus pesohor terkenal di Inggris tersebut.
Namun Pellegrini melihatnya dari sudut pandang pelatih. Mantan arsitek Manchester City itu merujuk kepada satu kekalahan yang didapat United sejak menendang Ronaldo sebelum akhirnya dicukur Liverpool.
“Kehadiran Ronaldo tidak pernah menjadi masalah, karena komitmennya, profesionalismenya, kemampuannya, dedikasinya, dan apa yang dia berikan,” ujar Pellegrini kepada laman The Guardian.
“Pelatih baru datang, investasi dilakukan, ada perubahan. Itu tidak mudah. Ini adalah proses, bukan tentang seorang pemain. Ten Hag sekarang sudah punya trofi, gayanya cocok [di United].”
Pellegrini pun mendoakan United makin meraih kesuksesan setelah menelan kekalahan memalukan pada musim 2022/23. Namun ia menginginkan kesuksesan itu didapat setelah United bertemu Betis di babak 16 Besar Liga Europa. United terlebih dahulu menjamu Betis di Old Trafford pada laga leg pertama, Jumat (11/3) dini hari WIB.
“Semoga semuanya berjalan lancar sekarang, setelah pertandingan ini (melawan Betis),” ucap Pellegrini.
Pellegrini meyakini Betis akan melangkah lebih jauh di Liga Europa. Sang pelatih menganggap Liga Primer Inggris merupakan kompetisi terbaik. Hanya saja, ia menilai sepakbola terbaik di Eropa ada di Spanyol.
“Tontonan itu penting [di Inggris], dan ada kekuatan. City, United, Arsenal, Liverpool, Chelsea, Tottenham [Hotspur], sekarang Newcastle [United, semuanya bisa bersaing untuk liga. Distribusi uang dan jumlah yang dihasilkan lebih baik. Di Spanyol, kesenjangannya signifikan,” beber Pellegrini.
“Inggris adalah liga terbaik, tetapi sepakbola terbaik dimainkan di Spanyol. Lihatlah Liga Champions, Real Madrid atau Barcelona adalah juaranya. Di Liga Europa, Villarreal dan Sevilla.”
