Kabar duka menyambangi dunia sepakbola Tanah Air. Mantan pelatih timnas putri Indonesia Satia Bagdja, meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina, Grand Wisata Tambun, Senin (3/8) malam WIB.
Kondisi Satia sempat membaik dan diperbolehkan pulang ke rumahnya beberapa waktu lalu. Akan tetapi, ia akhirnya harus dibawa kembali ke rumah sakit karena terus mengalami penurunan kondisi.
Bahkan, Widya menantu Satia mengabarkan kondisinya kritis. Ia menyebutkan ayah mertuanya tersebut kemungkinan bertahan hanya 20 persen karena kinerja semua organ tubuh sudah menurun di atas rata-rata.
"Mohon doanya untuk almarhum. Karena hasil swab test ayah belum keluar jadi untuk pemakamannya masih menunggu dari rumah sakit apakah harus dengan protokol Covid-19 atau boleh dibawa pulang," kata Widya.
Selama berkarier Satia memiliki kedekatan dengan pelatih Madura United Rahmad Darmawan. Berulang kali pria berusia 60 tahun tersebut mendampingi sosok yang karib disapa RD itu dalam menukangi klub.
Satia pernah diajak RD menjadi asisten pelatih saat membesut timnas Indonesia dan Persija Jakarta. Setelah itu, mereka kembali berkerja sama meracik klub Malaysia T-Team.
IstimewaDua musim berada di Negeri Jiran, mereka akhirnya memilih jalannya masing-masing. RD pulang ke Indonesia untuk melatih Sriwijaya FC, sedangkan Satia dipercaya PSSI memegang timnas putri Indonesia.
Satia menyingkirkan dua kandidat lainnya lainnya untuk menukangi timnas putri Indonesia yakni Jan Saragih dan Rully Nere. Sosok kelahiran Jakarta tersebut mengomandoi anak asuhnya pada Asian Games dan Piala AFF Wanita 2018.
Pada Asian Games Satia, membawa timnas putri Indonesia berada di posisi ketiga klasemen Grup A, dengan hanya meraih tiga poin dari satu kemenangan dan dua kekalahan. Sedangkan di Piala AFF skuad Garuda Pertiwi mengakhiri di posisi ketiga Grup B, mengumpulkan dua angka.
"Turut berduka cita atas berpulangnya mantan pelatih timnas putri Indonesia Satia Bagdja. Semoga beliau mendapat tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT," demikian tulis PSSI di akun media sosialnya.
Selepas memegang timnas putri Indonesia, Satia ditunjuk menjadi pelatih klub Liga 2 Persiba Balikpapan. Akan tetapi, ia dipecat karena gagal membawa Beruang Madua promosi.
