Klub Valencia terus melanjutkan langkahnya untuk merekrut pelatih asal Meksiko, Javier Aguirre, guna menukangi tim, setelah namanya mencuat dalam beberapa jam terakhir sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Carlos Corberan.
Menurut surat kabar Spanyol "Marca", Valencia telah masuk ke dalam negosiasi dengan perwakilan Aguirre sejak beberapa hari lalu, menyusul putaran awal komunikasi dengan sejumlah pelatih. Hari Jumat diperkirakan akan menyaksikan pertemuan atau pembicaraan yang menentukan antara kedua belah pihak, yang bisa membuka jalan menuju tercapainya kesepakatan akhir, di tengah adanya keinginan bersama untuk merampungkan transaksi tersebut.
Negosiasi berlangsung dengan sangat rahasia, di mana klub dan perwakilan mantan pelatih timnas Mesir itu memilih bungkam mengenai rinciannya, terutama karena sejumlah aspek olahraga dan kontrak masih membutuhkan penyelesaian.
Para pejabat Valencia menilai bahwa Aguirre memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk fase saat ini, mengingat pengalamannya yang besar, kepribadiannya, serta pengetahuannya tentang Liga Spanyol, setelah sebelumnya menangani Osasuna, Atletico Madrid, Real Zaragoza, Espanyol, Leganes, dan Real Mallorca.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Sebaliknya, Aguirre sangat menyambut baik gagasan untuk kembali melatih di Spanyol, dan aspek finansial tampaknya bukan hambatan dalam negosiasi. Sang pelatih berupaya mencapai formula yang memungkinkannya menyelesaikan musim ini, dengan kemungkinan perpanjangan kontraknya untuk satu musim tambahan berdasarkan pencapaian target tertentu, yang terpenting adalah menghindari degradasi.
Aguirre berusia 67 tahun, dan tanpa tim sejak berakhirnya tugasnya bersama timnas Meksiko. Ia juga menerima beberapa tawaran selama beberapa bulan terakhir, namun tetap lebih memilih untuk kembali ke sepak bola Spanyol.
Saat ini, Valencia tidak tergesa-gesa merampungkan transaksi tersebut, karena Oscar Sanchez akan memimpin tim menghadapi Real Sociedad, sementara klub berencana memanfaatkan jeda internasional yang berlangsung selama tiga pekan agar pelatih baru bisa tiba di Paterna dan mulai bekerja dengan tim.

