Keputusan menunjuk pelatih asal Spanyol, Xavi Hernandez, sebagai pelatih baru timnas Belanda masih mengejutkan banyak pihak.
Tidak ada yang menyangka bahwa langkah selanjutnya bagi pelatih Spanyol tersebut, setelah kepergiannya dari Barcelona, adalah menangani sebuah timnas seperti Belanda. Xavi akan kembali menggantikan Ronald Koeman, persis seperti yang terjadi di Barcelona pada tahun 2021.
Louis van Gaal, mantan pelatih Barcelona, yang pernah melatih timnas Belanda dalam 3 periode berbeda, lebih memilih pelatih lain ketimbang Xavi, menurut apa yang ditegaskan oleh sahabatnya, penyanyi Dries Roelvink.
Surat kabar Sport memuat pernyataan Roelvink, yang mengatakan, "Louis van Gaal kembali memberi tahu saya kemarin secara rinci bahwa ia tidak menganggap Xavi sebagai pilihan yang buruk dari pihak Federasi Belanda, tetapi secara pribadi ia akan lebih memilih Peter Bosz."
Van Gaal sendiri sempat muncul namanya sebagai salah satu kandidat terkemuka untuk kembali ke kursi kepelatihan timnas Belanda, di samping nama-nama lain seperti Arne Slot, Erik ten Hag, dan Peter Bosz, yang juga berada dalam lingkaran kandidat.
Pelatih berusia 75 tahun tersebut, yang pernah melatih Xavi di Barcelona dua dekade silam, tidak ragu untuk memberikan ucapan selamat, dan berkata kepadanya, "Selamat, Xavi. Semoga sukses, sahabatku."
Adapun bagi Xavi, tugas besar dan tantangan raksasa menantinya. Ia berkata dalam sepatah kata singkat setelah penunjukannya, "Saya menganggap mengemban jabatan sebagai pelatih timnas Belanda merupakan sebuah kehormatan besar. Sebagai seseorang yang terbentuk di akademi klub Barcelona, yang sangat terpengaruh, antara lain, oleh Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasakan ikatan khusus dengan sepak bola Belanda."
Dalam pernyataan pertamanya sebagai pelatih timnas, Xavi menyebut Van Gaal, dan berkata, "Bisa dikatakan bahwa saya adalah anak dari sepak bola Belanda sampai batas tertentu."
Ia menambahkan, "Pelatih-pelatih besar lainnya juga berperan, terutama Louis van Gaal, yang bersamanya saya tampil untuk pertama kalinya di Barcelona, dan Frank Rijkaard, memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan sebagai pelatih."


