Acara "Los Maestros" di saluran TUDN menyaksikan salah satu momen paling menegangkan, setelah Carles Puyol dan Ricardo La Volpe terlibat dalam perdebatan sengit saat menganalisis pertandingan semifinal Piala Dunia 2026.
"Surat Kabar Sport" mengulas di balik layar perdebatan sengit yang terjadi antara La Volpe, juara dunia bersama Argentina pada tahun 1978, dan Puyol, yang menjuarai Piala Dunia 2010 bersama Spanyol.
Pembicaraan awalnya berjalan lancar mengenai pertandingan yang dinantikan antara Spanyol dan Prancis, sebelum La Volpe memicu kontroversi dengan mempertanyakan posisi tim nasional Spanyol sepanjang sejarah, yang membuat mantan kapten Barcelona itu langsung menanggapi.
La Volpi mengatakan bahwa La Roja baru mulai menancapkan eksistensinya di kancah dunia setelah menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sambil menegaskan, “Apa hubungannya Spanyol dengan hal ini? Kalian baru muncul pada 2010, dan sebelum itu kalian tidak ada.”
Namun, Puyol menolak argumen tersebut, dan mengingatkannya bahwa kesuksesan generasi itu sudah dimulai dua tahun sebelum Piala Dunia, saat Spanyol menjuarai Euro 2008.
Meskipun demikian, La Volpe tetap pada pendiriannya, dan bertanya dengan nada mengejek, “Juara dunia? Berapa banyak gelar yang kalian miliki?”
Pelatih asal Argentina itu juga berpendapat bahwa Spanyol terlalu lama hidup dalam kenangan generasi emas tersebut, dan bahwa formasi 4-3-3 bukanlah inovasi Spanyol, melainkan telah diterapkan sebelumnya oleh pelatih Italia Arrigo Sacchi bertahun-tahun yang lalu.
Ia menambahkan, “Sejak 2010, kalian hidup dari kisah lama. Di mana kisah itu pada 2014? Dan pada 2018? Dan pada 2022? Baru sekarang kalian memiliki generasi baru.”
