Manchester United tidak sepatutnya mendapat penalti saat melawan Aston Villa, menurut klarifikasi pihak Liga Primer Inggris.
Seperti yang dikonfirmasi ESPN, Liga Primer mengatakan ada keputusan keliru yang dibuat oleh VAR dalam tiga laga Kamis (9/7) dini hari kemarin.
United, bersama dengan Southampton, menjadi dua tim yang memperoleh penalti kontroversial. Sementara Tottenham Hotspur sebaliknya, klaim penalti mereka dimentahkan VAR.
Setan Merah mendapat penalti setelah aksi Bruno Fernandes dihadang oleh pemain Aston Villa, Ezri Konsa. Wasit Jon Moss seketika menunjuk titik putih dan meski sempat ditinjau oleh VAR, keputusannya tidak berubah.
Momen itu membuat United menjadi tim yang paling banyak mendapat penalti di Liga Primer musim 2019/20 ini, dengan 13 penalti menyamai rekor terbanyak yang pernah diberikan kepada tim dalam satu musim.
Sementara Southampton, yang juga diuntungkan oleh VAR, gagal memaksimalkannya setelah eksekusi penalti James Ward-Prowse pada menit ke-27 gagal.
Dan Tottenham, yang seharusnya mendapat penalti setelah Harry Kane dijatuhkan oleh Joshua King, pada akhirnya harus bermain imbang tanpa gol melawan Bournemouth.
ESPN melansir bahwa Liga Primer menegaskan bahwa United dan Southampton tidak sepatutnya mendapat penalti, sebaliknya Tottenham pantas mendapatkannya.
Manajer Spurs, Jose Mourinho berbicara selepas pertandingan bahwa "semua orang di dunia" pasti berpikir timnya layak mendapat penalti.
"Wasit yang sama yakni VAR seperti melawan Sheffielf United. Di dunia, semua orang tahu itu penalti. Dan saya katakan semua orang tahu, maksud saya memang semua orang," katanya kepada Sky Sports.
"Seperti saat melawan Sheffield, pemain terbaik pertandingan bukanlah salah satu dari pemain. Tapi di Sheffield, saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri namun hari ini berbeda."


