Ole Gunnar Solskjaer Manchester United 2021-22Getty/GOAL

Ole Gunnar Solskjaer Dipecat: Mengungkap Kronologi Kacaunya Manchester United Dari Dalam

Ole Gunnar Solskjaer awalnya memang cuma diminta menjadi pelatih sementara Manchester United.

Ia adalah sosok pahlawan Setan Merah yang didatangkan untuk mereparasi kerusakan peninggalan Jose Mourinho; untuk meningkatkan gairah, meluruskan langkah, dan mengembalikan DNA United.

Dalam hal itu, ia berhasil.

Tetapi saat diberi mandat menjadi manajer secara permanen, ia tiba-tiba ditugasi untuk mengembalikan kejayaan Setan Merah ke puncak sepakbola Inggris dan Eropa.

Sebuah tugas yang terlalu berat, bahkan bagi manajer-manajer elite pendahulunya yang ditunjuk setelah Sir Alex Ferguson pensiun. Dan bagi seorang Solskjaer, yang punya kapabilitas melatih lebih buruk, tugas itu terbukti nyaris mustahil.

Hanya dalam 12 pertandingan saja, United sudah terpaut 12 poin dari pemimpin klasemen Liga Primer Inggris, Chelsea, setelah kembali dipermalukan, kali ini oleh tim promosi Watford dengan skor 4-1. Praktis, dewan United tak bisa apa-apa lagi selain mencopot Solskjaer dari jabatannya.

Tapi, apa yang terjadi? Kenapa bisa sampai seperti ini?

Semua ini berawal sejak pasukan Solskjaer dikalahkan 4-2 oleh Leicester City pada 16 Oktober lalu.

Meski kata-kata 'krisis' mulai bermunculan sebagai respon dari awal musim United yang kurang baik, mereka sempat percaya mereka bisa bangkit saat jeda internasional Oktober berlangsung. Tetapi setelah ditundukkan di King Power Stadium, para pemain mulai bertanya-tanya, apakah tim ini berada di jalan yang tepat?

Anggota senior di tubuh skuad United mulai mempertanyakan taktik Solskjaer, dan mereka juga bingung mengapa Harry Maguire - yang bersalah atas setidaknya satu gol Leicester - dipilih sebagai starter, padahal dia belum sepenuhnya bugar setelah rehabilitasi dari cedera.

Ini bukan kali pertamanya keputusan Solskjaer membikin para pemain tak habis pikir.

Kompetisi

Main

Menang

Seri

Kalah

Liga Primer

109

56

29

24

Liga Europa

21

13

5

3

Piala FA

14

10

1

3

Liga Champions

14

6

1

7

Piala Liga

10

6

1

3

TOTAL

168

91

37

40

GOAL memahami bahwa selama pramusim, United menjajal formasi yang lebih menyerang, yakni 4-4-2 diamond dan 4-3-3, dua formasi yang membuat pemain-pemain terpinggirkan seperti Jesse Lingard dan Donny van de Beek mendapatkan secercah harapan bisa mendapatkan menit bermain.

Solskjaer sempat menguraikan ekspektasi menit bermain kepada pemain-pemain tersebut untuk musim ini, tetapi malah kembali ke zona nyaman formasi 4-2-3-1, sehingga pemain yang sempat berharap bisa menembus starting XI, cuma bisa kembali bersungut-sungut di bangku cadangan.

Solskjaer itu orang baik. Ia tipe orang yang menyapa semua staf di Old Trafford, dan melayani permintaan selfie dan tanda tangan dengan fans bahkan di saat situasi sedang ambyar-ambyarnya.

Sayangnya kebaikan itu justru melukainya, karena semakin jelas bahwa ia sangat menghindari topik-topik sulit.

GOAL mempelajari bahwa para pemain tidak diberi penjelasan mengapa mereka tak dipilih, dan Solskjaer kesulitan mengambil keputusan-keputusan penting lagi berat.

Contohnya: keputusan akhir untuk pengobatan satu pemain yang sedang cedera malah diserahkan kepada direktur negosiasi sepakbola, Matt Judge. Sementara itu ada miskomunikasi antara Solskjaer dengan pihak dewan soal rencana transfernya di musim panas dan siapa saja pemain yang boleh dipinjamkan.

Ia bahkan belum memutuskan siapa yang akan menjadi kiper nomor satu saat para pemain kembali untuk menjalani pramusim. Keputusan tersebut akhirnya tersegel sendiri setelah Dean Henderson terkena Covid-19 dan harus menjalani penyembuhan.

Ole Gunnar Solskjaer Manchester United GFXGetty/GOAL

Lalu ada juga persoalan standar pembinaan, dan kecemasan dari beberapa pemain yang merasa sesi latihan kurang 'menggigit'.

Solskjaer juga terus-terusan menyebut soal 'Gaya United', tetapi apakah ia punya gaya sendiri? Bahkan setelah tiga tahun sebagai pelatih United, tak mudah untuk menentukan apa gaya bermainnya yang sebenarnya.

Terlepas dari kekhawatiran itu, Solskjaer tetap mendapatkan dukungan dari mayoritas pemainnya hingga pekan-pekan terakhirnya. Ia tetap disukai oleh skuad, tetapi setelah kekalahan di Leicester, perlahan-lahan segalanya mulai berantakan di ruang ganti.

Keraguan mulai menjangkiti, dan setelah dibantai 5-0 di kandang oleh Liverpool, kekhawatiran itu semakin menjadi. Beberapa narasumber menyebut bahwa para pemain tidak terkesan dengan team talk pesimistis Solskjaer saat turun minum dengan United sudah ketinggalan 4-0. Ia cuma membicarakan soal 'jangan sampai kebobolan di babak kedua'.

Mohamed Salah Cristiano Ronaldo Liverpool Manchester United GFXGetty/Goal

Di titik itulah pihak dewan mulai mempertimbangkan alternatif pelatih lain. Namun jasa Solskjaer atas apa yang ia capai dalam tiga tahun terakhir dan posisi mereka di Liga Champions menyelamatkan nasibnya. Dan pada akhirnya, Joel Glazer dan Ed Woodward memutuskan untuk tidak bertindak. Antonio Conte masih menganggur, tetapi United memilih diam.

Mereka sempat percaya, dengan bersatu dan berjuang bersama-sama, mereka bisa lolos dari kekacauan ini. Pertanyaan dari media lantas disaring dan dimonitor lebih ketat dari biasanya, dan Maguire ditunjuk sebagai pilihan aman untuk tampil di depan kamera dan wartawan. Pokoknya tidak boleh ada pertanyaan kontroversial soal sang manajer.

Cuitan Paul Pogba yang mengkritik berita palsu soal masa depannya bahkan juga dibagikan oleh akun resmi klub dengan keyakinan bahwa mereka harus menciptakan mentalitas defensif seperti Manchester United zaman dulu jika ingin kembali ke jalan yang benar.

Lalu, mereka kalah melawan sang tetangga berisik, Manchester City.

Pemain-pemain senior tak habis pikir setelah kekalahan 2-0 itu. Bagaimana bisa mereka tampil sejelek itu? Ada kebingungan mengenai taktik dan strategi pertandingan, sekaligus rasa jengkel karena pemain-pemain 'favorit' Solskjaer tak akan pernah dicoret seburuk apa pun mereka bermain.

Narasumber menyebut bahwa saking mengamuknya dengan hasil dan penampilan tersebut, Cristiano Ronaldo sudah di dalam mobil tak sampai 10 menit setelah peluit panjang dibunyikan.

Tak adanya struktur, identitas, dan rencana, adalah penyebab United harus membayar mahal setiap pekannya. Penampilan ambyar mereka di Vicarage Road Sabtu kemarin juga mengonfirmasi bahwa ini adalah titik nadir. Rapat darurat antara Joel Glazer dan Woodward pun segera digelar Sabtu malam waktu setempat. Mereka membicarakan langkah pemecatan Solskjaer; yang seharusnya sudah dimulai berpekan-pekan lalu.

Di dalam tubuh klub, Solskjaer akan dikenang baik atas jasanya menyembuhkan luka yang ditorehkan oleh rezim Mourinho, sementara di lapangan ia memang sukses membawa mereka finis kedua di liga musim lalu dan mencapai final Liga Europa. Tetapi mengikuti perebutan gelar secara serius? Bahkan setelah menggelontorkan duit sebanyak £450 juta, nyaris pun tidak.

Mereka percaya Solskjaer meninggalkan Manchester United dalam keadaan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan saat ia mengambil alih, tetapi pelatih sementara yang diberi mandat untuk menggantikannya harus menghadapi tugas berat mengembalikan performa tim ke jalan yang benar.

Mereka, sekali lagi, menggali kubur mereka sendiri.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0