Striker pinjaman Manchester United, Odion Ighalo (31 tahun), menyatakan keinginannya untuk melanjutkan karier di MLS Amerika Serikat ketimbang kembali ke Liga Tiongkok bersama Shanghai Shenhua.
Pada bursa transfer Januari musim 2019/20, Ighalo secara mengejutkan didatangkan United sebagai pemain pinjaman selama enam bulan dari Shenhua. Mei lalu, pemain asal Nigeria itu menerima perpanjangan masa pinjam paruh pertama musim ini.
Musim ini, Ighalo baru tampil empat kali di semua ajang. Total sejak paruh kedua musim lalu, ia mencetak lima gol dan assist untuk Man United, klub idolanya sejak kecil. Kedatangan Edinson Cavani jelas bikin Ighalo tersisih.
Ighalo bakal balik ke Tiongkok. Tapi, ia mengaku tidak berencana tinggal di sana untuk jangka panjang dan terpincut mencoba peruntungan di Amerika Serikat.
“Saya mengikuti MLS dan liga AS berjalan dengan baik dan saya ingin bermain di sana,” ucap Ighalo seperti dilansir dari ESPN, Kamis (14/1).
"Saya masih harus menunggu tawaran dan jika ada kesempatan, saya akan menerimanya. Liga dengan kualitas oke dan akan menjadi kehidupan yang baik. Saya akan menyukainya.”
"Banyak pemain hengkang ke sana. Bahkan ada Gonzalo Higuain dari Juventus, juga Giovanni dos Santos. Mengapa tidak? Saya ingin ke sana jika ada kesempatan. Menjadi pemain berpengalaman, pergi ke sana, memberikan kontribusi terbaik. Ini kesempatan bagi saya jika ada tawaran.”
"Klub milik David Beckham [Inter Miami] sedang berkembang, jadi jika ada peluang, mengapa tidak?,” pungkasnya.
Terlepas waktu Ighalo bersama Man United yang akan berakhir tidak lama lagi, dia menyatakan bahwa bermain untuk Setan Merah telah menjadi puncak kariernya dan dia akan mengenang kiprahnya di Old Trafford dengan bangga.
"Itu pencapaian karier yang bagus sekaligus sulit. Sebelum saya datang ke Man United, saya tidak pernah berpikir saya akan bermain di sini. Saya adalah fans Setan Merah,” tutur Ighalo.
"Jika Anda bertanya kepada siapapun di tempat saya dibesarkan, kami bisa berantem karena Manchester United, berdebat, hingga adu jotos. Jadi, ketika tim kesayangan saya ini tidak sedang tidak tampil bagus, mereka akan mulai menghina dan mengolok saya, kemudian saya menangis.”
“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa saya adalah orang paling bahagia di dunia karena impian saya menjadi kenyataan, saya berhasil menggapai impian saya.”
"Saya ingat malam ketika agen saya menelepon untuk memberi tahu saya bahwa Manchester United menginginkan saya, saat itu pukul 10 atau 11 malam waktu Shanghai. Saya berbaring tanpa baju di bawah tempat tidur, saya sampai tidak bisa tidur sampai pagi”
“Saya tidak peduli dengan pemotongan gaji, saya hanya sangat ingin pergi ke Manchester United karena itu adalah impian saya. Saya di bawah tempat tidur, menggigil, dan berjalan di mengelilingi kamar. Saya tidak bisa tidur sampai jam 6 pagi.”
"Saya merasa karier saya terpenuhi sebagai pesepakbola, jika saya tidak mencapai apapun setelah ini, saya merasa sudah melewati puncak karier saya,” pungkasnya.


