Paul Pogba Cristiano Ronaldo Young Boys Manchester United Champions League GFXGetty/Goal

Manchester United Juara Liga Champions? Lolos Dari Fase Grup Saja Sulit

Young Boys 2-1 Manchester United: Laporan Pertandingan

Ini bukanlah awal yang didambakan Manchester United saat memulai kampanye Liga Champions.

Kurang lebih 24 jam sebelum laga pembuka babak grup Liga Champions melawan Young Boys pada Selasa (14/9) malam WIB digulirkan, Ole Gunnar Solskjaer duduk di ruang media Stadion Wankdorf guna membicarakan timnya dan peluang mereka untuk melaju ke final.

Namun, berdasarkan apa yang kita lihat bersama di Bern, United akan dikatakan beruntung jika bisa keluar dari fase grup, apalagi lolos ke final yang bakal diselenggarakan di Saint Petersburg pada Mei mendatang.

“Kami telah menambahkan beberapa pengalaman, kualitas, yang dikombinasikan dengan barisan pemain muda dan lebih siap tahun ini untuk menghadapi tantangan,” kata Ole kepada wartawan.

Tapi mereka tidak bisa mengantisipasi Aaron Wan-Bissaka yang menjadi pemain United pertama yang mendapat kartu merah langsung di Liga Champions sejak Luis Nani melawan Real Madrid pada 2013 silam. Itu adalah pelanggaran konyol dari sang full-back dan mengakibatkan rencana Ole jadi berantakan memasuki 34 menit permainan.

Tetapi, itu seharusnya bukan menjadi alasan sebagaimana kinerja tim tamu terlihat kurang bersemangat.

Bagaimanapun, ini adalah starting line-up United yang terdiri dari barisan bintang seperti Cristiano Ronaldo, Paul Pogba, Bruno Fernandes, Harry Maguire dan David de Gea - beberapa nama terbesar di dunia menghadapi tim yang menempati urutan keempat di Liga Super Swiss dan berkompetisi di Liga Champions untuk kedua kalinya.

Antusiasme para suporter sudah bisa dilihat bahkan berjam-jam sebelum pertandingan dimulai. Fans yang tidak mendapat tiket berdiri di luar dengan mengangkat tulisan untuk meminta alokasi tambahan.

Di dalam stadion para penonton menyanyikan, 'You’ve only come to see United.' Dan dengan banyaknya jersey merah di kandang Young Boys, kalimat tersebut kiranya sangat tepat.

Beberapa ratus penduduk setempat juga menunggu di luar hotel tim dengan putus asa untuk melihat Ronaldo barang sekilas, dan ada banyak kertas yang diangkat tinggi-tinggi di keempat tribun hanya untuk meminta jersey salah satu pemain asuhan Ole.

Cristiano Ronaldo Young Boys Manchester United Champions League GFXGetty/Goal

Meski begitu, kualitas United yang di atas kertas terlihat bagus seolah redup saat bubaran, setelah Young Boys meraih kemenangan yang luar biasa namun sepenuhnya layak melawan tim United yang tidak terorganisir menyusul pengusiran Wan-Bissaka.

Ole sempat merespons kartu merah tersebut dengan langsung memasukkan Diogo Dalot untuk menggantikan Jadon Sancho. Kemudian, setelah turun minum, ia memainkan bek tengah lainnya, Raphael Varane, dengan menarik keluar gelandang Donny van de Beek, selagi United beralih ke skema tiga bek.

Tetapi pertanyaannya sekarang adalah apakah Ole harus melakukan perubahan itu saat Wan-Bissaka dikeluarkan dari lapangan?

Selama sepuluh menit pertama babak kedua, Ole, asisten manajer Mike Phelan dan staf pelatih Kieran McKenna meneriakkan instruksi kepada para pemain sebelum setiap tendangan gawang. Apa pun pesannya, sepertinya tidak sampai.

Pada saat Moumi Ngamaleu menyamakan kedudukan, tidak jelas lagi sistem apa yang dimainkan United. Akibatnya, tekanan pada tim tamu semakin meningkat, memaksa Ole untuk menarik Ronaldo dan Fernandes - keputusan yang katanya dibuat karena kaki mereka lelah.

Backpass Jesse Lingard yang keliru kemudian membuat Young Boys mencetak gol kemenangan pada menit ke-95 dan itu menegaskan buruknya penampilan mereka.

United hanya boleh sedikit untuk mengeluh tentang hasil akhir. Mereka sepatutnya menyalahkan diri sendiri, baik untuk kartu merah maupun kesalahan yang berujung kekalahan di masa injury time.

Perlu juga dicatat bahwa ini adalah tim yang hanya mencatat satu clean sheet dalam 11 pertandingan Liga Champions di bawah arahan Ole. Menjadi tidak mungkin bahwa mereka akan mempertahankan gawangnya tanpa kebobolan dengan hanya sepuluh orang di lapangan.

Akibatnya, Ole sekali lagi dibuat menyesali kecerobohan dan kurangnya konsentrasi para pemainnya.

"Dalam sepakbola secara umum, bukan hanya Liga Champions, disiplin adalah bagian besar dari permainan," katanya kepada wartawan.

“Aaron biasanya seorang penekel yang sangat, sangat cerdik, salah satu yang terbaik di dunia, jadi kami tahu kami memiliki tugas yang lebih sulit [tahun ini untuk lolos]. Kami menemui kegagalan tahun lalu ketika semua orang mengira kami lolos setelah dua pertandingan [fase grup]

“Anda membutuhkan sepuluh atau 12 poin, jadi Anda harus memenangkan pertandingan kandang dan satu pertandingan tandang. Kami kehilangan kesempatan untuk mendapatkan tiga poin, tetapi kami memiliki dua pertandingan kandang berikutnya dan kami harus fokus pada dua itu.

“Tetapi jika Anda kurang konsentrasi dan membuat kesalahan, Anda bakal dihukum, Anda selesai. Kami melakukannya tahun lalu, kami kebobolan dari dua serangan balik yang ceroboh melawan [Istanbul] Basaksehir dan kalah dalam pertandingan di detik-detik terakhir hari ini.

"Jesse ingin bermain aman dan salah menempatkan operan, menyebabkan kebobolan, dan itu biasa terjadi dalam sepakbola. Jika Jesse mendapat kesempatan itu lagi, dia akan berbalik, berputar, dan menendang bola ke arah lain."

Tim Ole sekarang memiliki jalan panjang untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar bisa jadi penantang di Liga Champions tetapi, untuk Young Boys dan penggemar mereka, hasil semalam jelas lebih dari sekadar memuaskan.

Selagi tuan rumah berselebrasi seolah-olah mereka telah memenangkan liga, United berjalan keluar lapangan dengan kepala tertunduk setelah mengalami malam suram lainnya di Eropa.

Mereka tiba di Bern dengan niat awal untuk tancap gas. Namun, juara Inggris 20 kali itu justru harus mengecek realita.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0