Bos Inggris Gareth Southgate kembali pasang badan membela Harry Maguire meski bek Manchester United itu kembali melakukan blunder versus Jerman, dan berkata hanya situasi ekstrem yang akan membuatnya dicoret.
Maguire, 29 tahun, masih dipercaya oleh bos timnas Inggris kendati kehilangan tempat di starting XI Erik ten Hag. Ia diturunkan di laga melawan Italia dan Jerman di jeda internasional September.
Tapi kapten The Red Devils itu kembali menjadi sorotan pada pertandingan Selasa (27/9) dini hari WIB dengan melakukan pelanggaran di kotak penalti hanya beberapa menit usai turun minum.
Maguire melepaskan umpan sembrono dari garis pertahanan tepat ke kaki Jamal Musiala. Ia lalu menjatuhkan wonderkid Bayern Munich itu di kotak terlarang, wasit pun menunjuk titik putih.
Southgate dikecam karena masih mendukung bek Man United tersebut, tetapi bersikeras tetap akan mendukung Maguire.
Menurutnya, ada aspek penampilan Maguire yang impresif saat menghadapi Italia dan Jerman.
GettyDitanya soal blunder Maguire dan menit bermainnya yang minim buat MU, Southgate menjawab: "Saya tahu semua orang bakal fokus di Harry, tapi ada beberapa momen-momen yang sangat penting di mana Harry berkontribusi dalam dua pertandingan."
"Luke Shaw contoh lain dari pemain [yang berkontribusi di momen penting], dia pesepakbola yang hebat."
"Lantas bagaimana? Tidak memilih Luke Shaw karena dia tak memiliki cukup menit bermain atau memilih pemain yang bisa melakukan apa yang kita lihat malam ini?"
"Ini akan selalu menimbulkan perdebatan, tetapi menurut saya di saat-saat seperti ini kami harus mendukung pemain terbaik dan paling berpengalaman kami, kecuali jika situasinya sudah tak bisa dipertahankan dan mustahil untuk memilih mereka."
Penalti yang disebabkan Maguire menjadi gol pemecah kebuntuan di Wembley, dengan Ilkay Gundogan sukses menaklukkan Nick Pope.
Kai Havertz-nya Chelsea lantas menggandakan keunggulan Jerman pada menit ke-67, tetapi tiga gol dalam 12 menit sumbangan Shaw (71'), Mason Mount (75'), dan penalti Harry Kane (83') membuat Inggris berbalik unggul.
Sayangnya Havertz mencetak brace tiga menit sebelum bubaran, dan laga berakhir 3-3, memastikan pasukan Southgate nol kemenangan di UEFA Nations League.
