Ole Gunnar Solskjaer Man Utd 2020-21Getty/Goal

Manchester United Jelek Di Old Trafford, Ole Gunnar Solskjaer: Karena Kursi & Spanduk Merah

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, melontarkan pernyataan menarik terkait rekor jelek timnya di Old Trafford musim ini.

Menilik statistik, persentase kemenangan kandang Man United musim ini yang hanya sebesar 54,2 persen adalah rekor terburuk kedua Setan Merah sejak era Liga Primer Inggris pada 1992. Jumlah tersebut hanya lebih baik dari musim 2018/19 yang cuma 46,2 persen.

Dua kekalahan kandang pada dua laga awal EPL musim ini—termasuk gap terbesar dari Tottenham Hotspur dengan skor 6-1—pada Oktober lalu menjadi dua kekalahan kandang pembuka beruntun pertama sejak musim 1986/87.

Sebaliknya, tingkat kemenangan tandang United yang sebesar 65,4 persen [17 kemenangan dalam 26 pertandingan] lebih baik daripada yang pernah mereka raih sejak 1992.

Tercatat, Harry Maguire dkk tidak terkalahkan dalam laga tandang EPL sejak 19 Januari 2020! The Red Devils memenangkan 15 dari 23 laga di rumah lawan sejak itu.

Menurut Solskjaer, United tampil jelek di kandang musim ini bukan karena laga dilangsungkan tertutup alias tanpa suporter yang otomatis mengurangi daya “intimidasi”. Tapi, karena spanduk dan kursi merah yang terpampang yang menganggu penglihatan dan penentuan keputusan pemain.

Terdekat, Man United akan menjamu Granada pada leg kedua Liga Europa di Old Trafford, Jumat (16/4) dini hari WIB.

"Anda akan melihat perubahan sekarang. Spanduk yang mengelilingi lapangan, tidak lagi berwarna merah," ucap Solskjaer dalam sesi temu pers pralaga saat ditanya mengapa timnya gagal kalahkan Real Sociedad dan Milan di Old Trafford pada dua fase sebelum.

"Kami menyadarinya dan seharusnya tidak ada alasan apapun. Tapi beberapa pemain bilang, keputusan sepersekian detik yang harus Anda buat—lihat dari balik bahu Anda jika rekan setim ada di sana atau tidak—dan jersey merah dengan latar belakang spanduk merah dengan kursi merah cukup membuat saru.”

“Kami sudah coba ubah itu, bersamaan dengan kampanye anti rasialisme [spanduk]. Jadi, yang penting sudah tidak merah lagi.”

“Sekali lagi, seharusnya tidak ada alasan, tetapi jika Anda unggul 4-0 [dalam pertandingan Real Sociedad] Anda tidak benar-benar harus memenangkan pertandingan itu [leg kedua di kandang], 0-0 adalah hasil yang bagus.”

“Kemudian pertandingan pertama melawan Milan, itu masih imbang, kami kebobolan di menit terakhir. Saya masih berpikir performa kami bagus di kandang,” pungkasnya.

Adapun jika nantinya lolos ke semi-final, Man United akan menghadapi pemenang antara Ajax dan Roma.

Iklan
0