Ten Hag Man Utd 2022-23Getty Images

Menyedihkan, Manchester United Tim Paling Gampang Dikalahkan, Erik Ten Hag Pasti Syok Berat

Gary Neville mengecam Manchester United karena menempatkan Erik ten Hag di situasi yang "tak dapat diterima" dengan memberinya pemain yang "paling gampang" dilawan di Liga Primer Inggris, dan menuntut agar para petinggi menyokong manajer asal Belanda itu secara lebih baik.

Ten Hag mengawali eranya bersama The Red Devils dengan pahit usai disikat Brighton 2-1, Minggu (7/8).

Dia memilih duo pemain anyar Lisandro Martinez dan Christian Eriksen sebagai starter untuk menghadapi The Seagulls, sementara Tyrell Malacia masuk di babak kedua.

Apa kata Neville soal Man United?

Namun, Neville meyakini bahwa tim-tim di Liga Inggris tak menemui kesulitan menghadapi MU, dan Ten Hag harus didukung dengan lebih baik lagi.

"Mereka [Man United] tim paling gampang untuk dihadapi di Liga Primer Inggris, ini kekhawatiran besar. Pemainan mereka sangat terbuka, sungguh tak bisa dipercaya," kata bekas kapten The Red Devils itu kepada Sky Sports.

"Menurut saya ini akan membuat dia [Ten Hag] syok, terlebih setelah melakoni pramusim dengan menjanjikan. Tapi saya kira siapa pun yang mengamati skuad Manchester United yang dia warisi, bakal menyadari bahwa penampilan itu [versus Brighton] sudah sering terjadi."

"Para petinggi harusnya menyadarinya, fakta bahwa mereka memberi Erik ten Hag skuad seperti itu tak bisa diterima. Skuad ini jelas membutuhkan perbaikan, lebih dari sebelumnya."

Apa masalah Man United?

Roy Keane, kapten MU pendahulu Neville, bentrok dengan mantan rekannya soal masalah yang menjangkiti skuad Setan Merah saat ini. Neville meyakini pemain yang dipilih "memberikan 100 persen", tapi Keane tak sepakat, dia berkata: "Tapi kita melihat statistik tahun lalu, Gary. Mereka tidak berlari!"

"Buat saya, itu tak bisa dibilang memberikan 100 persen. Kabar dari tempat latihan selama satu atau dua bulan terakhir adalah bahwa mereka kini berlatih dengan benar, disiplin, tepat waktu. Tapi itu kabar dari dalam."

"Statistik membuktikan, terutama soal musim lalu karena musim ini baru berjalan satu laga, bahwa mereka tak memberikan 100 persen. Menurut saya laga versus Brighton menunjukan minimnya kecerdasan sepakbola. Mereka sangat terbuka, tapi bisa menjaga clean sheets."

Iklan