Antonio Conte Manchester United GFXGetty/Goal

Manchester United Dijamin Menyesal Tidak Rekrut Antonio Conte

Patrice Evra meyakini Manchester United bakal menyesal tidak merekrut Antonio Conte sebagai manajer mereka, menyusul pengangkatan Erik ten Hag sebagai juru taktik baru di Old Trafford.

Conte santer dikabarkan menjadi salah satu kandidat terkuat manajer baru The Red Devils usai pemecatan Ole Gunnar Solskjaer November kemarin.

Namun Man United memilih untuk menunjuk Ralf Rangnick sebagai bos interima sebelum akhirnya permanen mengangkat Ten Hag. Dan menurut Evra, bekas klubnya itu bakal gigit jari menolak sang pelatih asal Italia yang mulai membuat Tottenham bersinar.

Conte membantu Spurs finis empat besar musim lalu, sehingga berhak lolos ke Liga Champions 2022/23 dengan mengungguli Arsenal -- rival bebuyutan mereka -- dan United.

"Saya patah hati karena menurut saya Conte, [Jurgen] Klopp, dan [Pep] Guardiola adalah manajer terbaik di dunia saat ini dan kami semestinya bisa memilikinya di Manchester United," kata Evra kepada Mirror.

"Tetapi beberapa orang di Man United bilang: 'Dia bukan gaya kami, bukan pria yang kami cari'."

Meski tetap mendukung siapa pun yang mengepalai United, Evra tetap merasa kecewa tak bisa melihat Setan Merah racikan mantan pelatih Chelsea, Juventus, dan Inter Milan itu.

"Jadi sekarang kami punya Erik ten Hag. Mari kita lihat seperti apa dia. Saya mendukungnya. Tapi toh, sekalipun Anda mengangkat seorang tukang masak jadi manajer Man United, saya akan mendukung dia sepenuhnya," imbuh bekas bek kiri Juventus itu.

"Kekecewaan besar karena Antonio Conte bisa melakukan sesuatu di Manchester United."

"Seperti yang bisa Anda lihat bersama Tottenham, dia membantu mereka lolos ke Liga Champions."

"Pemain mereka masih sama, itulah mengapa manajer ini seorang jenius. Ketika saya tiba di Juventus, semua pemain bilang: 'Patrice, orang ini jenius'."

Memimpin Spurs finis empat besar bukanlah prestasi terbesar Conte. Sebelumnya, dia pernah membawa Juventus juara Serie A tiga kali berturut-turut, mengantarkan Chelsea jadi kampiun Liga Primer Inggris dan Piala FA, sebelum membantu Inter mendobrak hegemoni Juve dengan meraih Scudetto pada 2020/21.

Iklan