Untuk pertama kali musim ini, fans Liverpool melanggar protokol. Untuk pertama kali musim ini mereka bakal mengizinkan pemain untuk tergelincir.
Untuk pertama kali musim ini, mereka BERANI BERMIMPI.
Anfield baru saja mendengar kabar terindah, setelah Craig Pawson membunyikan peluit tanda bubaran pertandindingan, sang pemimpin klasemen Liga Primer Inggris merayakan kemenangan (lainnya), tetapi kali ini lebih spesial karena lawan yang dikalahkan adalah rival abadi, Manchester United.
Jurgen Klopp melompat tinggi, mengepalkan tangan sambil melayangkan tinju ke udara, Alisson Becker berdiri dengan lututnya. Ole Gunnar Solskjer dihajar oleh tim yang paling dia ingin kalahkan, wajahnya memerah muram.
Lalu the kop mulai bernyayi...
“And now you’re gonna believe us… We’re gonna win the league!”
Bahkan mantan bek tengah the Reds Jamie Carrager di Sky Sports tidak bisa menahan diri untuk bergabung. Di sisinya, Gary Neville berdoa untuk berada di tempat lain.
Liverpudlians selalu berhati-hati melantunkan lagu tersebut secara lantang. Mereka enggan bernasib sial, mereka enggan memberi amunisi baru pada fans rival yang berharap the Reds gagal lagi menapaki tangga juara.
Tetapi loyalis Liverpool tidak perlu mengkhawatirkan itu lagi, gelar ke-19 - yang pertama dalam 30 tahun - hanya tinggal formalitas. "Belum selesai," kata Mo Salah setelah laga. Baiklah Salah, tetapi segera.
Kemenangan 2-0 bahkan seharusnya lebih besar lagi membuat pasukan Klopp unggul 16 poin di singgasana klasemen atas Manchester City.
Hey, jangan lupa... Liverpool juga punya kemewahan keunggulan satu laga. Mereka sekarang hanya butuh 10 kemenangan dari 16 laga terakhir untuk memastikan pesta yang tidak akan pernah dilupakan sepanjang masa.
Apakah mereka bisa mewujudkan itu? Ingat saja fakta ini, Liverpool menang 30 dari 31 pertandingan terakhir. Kekalahan terbaru yang mereka telan adalah 623 hari yang lalu.
Getty Images"Mereka ada di level yang berbeda," kata Chris Sutton, bintang yang mengantarkan Blackburn juara pada 1995 pada BBC Radio 5 Live. "Tidak ada yang mereka khawatirkan," tambah mantan kapten United dan pemenang tujuh gelar Liga Primer Roy Keane di Sky Sports.
Setelah laga Solskjaer mencoba memasang wajah yang tegar. "Kami mampu memberi tekanan," kata bos United itu pada Sky. "Mereka terlihat gugup."
Maaf Ole, Anda mungkin ingin mengoreksinya. Liverpool memang butuh 93 menit untuk menegaskan dominasi melalui gol Mo Salah yang berlari di hadapan the Kop, tetapi jika performa dianggap 'gugup', maka campur tangan Dewi Fortuna begitu banyak dalam perjalanan mereka belakangan ini.
Di waktu yang lain, mungkin Liverpool sudah mencatatkan lima gol dalam satu jam pertama pertandingan. Gol Virgil van Dijk yang menanduk umpan Trent Alexander-Arnold pada menit 14 mungkin jadi jadi simbol antara kepala dan pundak kedua tim.
Setelahnya gol Roberto Firmino dan Gini Wijnaldum dianulir, kemudian David De Gea mematahkan peluang Sadio Mane sebelum masa rehat. Di paruh kedua Salah membuang peluang emas dan sepakan Jordan Henderson ditepis secara brilian.
United lalu mencoba bangkit. Mereka harus melakukan itu. Ander Pereira membuang satu-satunya peluang mereka di babak pertama dan Anthony Martial nyaris membobol gawang di awal babak kedua. "Peluang besar," ujar Solskjaer. Peluang langka lebih tepatnya.
Liverpool kukuh, mereka berhasil mencatat clean sheet ketujuh beruntun di liga. Mereka adalah tim terbaik dan inti dari kekuatan itu berasal dari lini belakang.
Getty ImagesVan Dijk dan Joe Gomez lagi-lagi tampil perkasa yang ditambah kemampuan Henderson dan Gini Wijnaldum. Sektor gelandang the Reds memang luar biasa, mereka bekerja lebih keras dibanding pemain lainnya. Mereka tanpa lelah berlari bahkan ketika waktu memperlihatkan menit ke-90.
"Energi yang mereka perlihatkan di atas lapangan luar biasa," kata Klopp di Sky. Saya sangat menikmati pertandingan ini."
Serangan balik yang memastikan kemenangan Liverpool. Voli cepat Alisson Becker dikuasi Salah dan dengan tenang dia meladeni hadangan Dan James untuk menaklukkan De Gea. Inilah gol pertama sang bintang ke gawang United.
Bagi Alisson, assist itu yang pertama yang diciptakan oleh kiper Liverpool sejak Pepe Reina pada 2009. Selebrasinya luar biasa dengan berlari di lapangan untuk meluncur pada Salah. Ada sentuhan Reina pada adegan ini.
Kemudian lagu itu terdengar. Takdir yang menggoda? Tidak bagi Klopp.
"Mereka bisa melantunkan itu," ujarnya tersenyum. "Tidak masalah bagi saya. Sudah seharusnya semua orang merayakannya, kecuali kami."
Begitulah, mental dan karakter kuat itu terlihat lagi. "Ini tentang pertandingan dan tantangan berikutnya," kata Henderson. Luar biasa, fokus Liverpool sudah mengarah pada Wolves.
Itu laga pertengahan pekan. Di akhir pekan mereka bisa melihat lagi pekerjaan hebat yang sudah dilakukan.
Manchester United akan selalu menjadi rival mereka, tetapi kali ini si Setan Merah butuh waktu yang panjang untuk berdiri sejajar lagi dengan Lverpool.




