Manchester City akan dapat bermain di Liga Champions musim depan setelah sanksi dua tahun larangan mengikuti kompetisi UEFA dicabut oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Akan tetapi, The Cityzens masih diwajibkan membayar denda, yang telah dikurangi dari sebesar €30 juta menjadi €10 juta saja.
City awalnya menerima hukuman berat dari UEFA pada Februari lalu, ketika mereka dilarang berkompetisi di Liga Champions atau Liga Europa selama dua tahun dan menerima denda €30 juta karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).
Dalam pernyataan awal yang menegaskan hukuman untuk City, UEFA mengatakan bahwa mereka mendapati raksasa Liga Primer Inggris tersebut bersalah karena "memanipulasi pendapatan sponsor dalam rekening dan titik impas yang mereka laporkan ke UEFA antara 2012 dan 2016."
Sebuah pernyataan dari CAS mengatakan bahwa City tidak melakukan manipulasi sponsor, melainkan hanya dianggap gagal kooperatif dengan otoritas UEFA.
Regulasi FFP yang diterapkan UEFA ditujukan untuk menjaga finansial klub-klub sepakbola Eropa agar tetap sehat dan stabil, sehingga terhindar dari ancaman kebangkrutan di masa mendatang.
Keputusan yang dikeluarkan CAS pada Senin (13/7) ini juga berdampak pada klub-klub yang saat ini berada di bawah City dalam klasemen Liga Primer musim 2019/20.
Jika sanksi tersebut tetap dijalankan, maka klub yang finis di urutan kelima klasemen akhir - saat ini diduduki oleh Manchester United - akan berhak lolos ke Liga Champions musim depan, dengan jatah menuju Liga Europa diberikan kepada tim berperingkat enam dan tujuh.
City dengan tegas membantah temuan Badan Kontrol Finansial Klub (CFCB) dan langsung melayangkan banding pada kesempatan pertama, dengan CEO Ferran Soriano menegaskan: "Tuduhan itu tidak benar. Jelas sama sekali tidak benar."
Investigasi dilakukan UEFA setelah adanya berita yang dipublikasi oleh majalah Jerman, Der Spiegel, yang mengacu pada bocoran dokumen dari Football Leaks pada 2018 lalu.


