Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengaku bahwa pekerjaan rumah untuk menghentikan bintang Paris Saint-Germain, Neymar, cukup membuatnya tetap terjaga di malam hari.
Terdekat, Man City akan menghadapi PSG pada leg pertama semi-final Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Kamis (29/4) dini hari WIB.
Guardiola belum sempat melatih Neymar di Barcelona. Sang pelatih keburu mundur dan disuksesi Tito Vilanova saat penyerang asal Brasil itu didatangkan dari Santos pada 2013.
Getty ImagesSetahun berselang, Barca pun memiliki trisula maut, yakni: Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar. Ketiganya persembahkan dua gelar LaLiga dan satu titel Liga Champions di antara trofi-trofi lainnya.
Pep meyakini bahwa Barca berpeluang memenangkan gelar lebih banyak andai Neymar tidak putuskan pindah [sebagai pemain termahal di dunia] ke PSG pada 2017.
“Kualitas pemain yang mereka miliki selalu luar biasa. Strategi bertahan untuk menghentikannya sulit untuk berhasil. Mereka terlalu bagus,” ucap Guardiola dalam sesi jumpa pers pralaga.
"Saya mencoba untuk tidur nyenyak tadi malam dan saya baru bisa tidur ketika saya tidak memikirkan pemain mereka!”
"Mereka adalah pemain luar biasa, kualitas yang mereka miliki, cara mereka bermain. Kami akan mencoba dan menghentikan mereka dengan bertahan bersama sebagai satu tim dan bermain bagus sebagai tim.”
"Kami akan menghadapi serangan balik berbahaya, mereka memiliki banyak senjata,” tambanya.
Mantan pelatih Bayern Munich itu juga mengakui bahwa ia merupakan pengagum Neymar sejak sang pemain berkostum Santos.
“Saya ingat ketika saya menunjukkan video pertandingan Santos, saya ingat saya bilang begini: 'Ini adalah jagoannya Santos', dan mulut para pemain terbuka sambil berkata, 'Ya Tuhan, pemain yang luar biasa.’”,” tutur Pep.
“Permainannya enak sekali ditonton, kepribadiannya, timnas Brasil ada di pundaknya.”
"Saya yakin jika Neymar bertahan lebih lama di Barcelona, mereka akan memenangkan dua atau tiga Liga Champions lebih banyak. Ketiganya [Messi, Suarez, Neymar] tidak terbendung, tiga terbaik yang pernah saya lihat dalam hidup saya,” pungkasnya.
Adapun Neymar telah mencetak tiga gol dan satu assist pada masing-masing dari tiga penampilan di semi-final UCL sebelumnya.
Tercatat, pemain berusia 29 tahun itu juga memiliki andil langsung dalam sembilan gol pada 12 pertandingannya melawan tim asal Inggris di kompetisi ini [lima gol dan empat assist].




