Pep Guardiola Manchester City 2019-20Getty Images

Ada Apa Dengan Manchester City? Gelar Juara Seperti Lepas Dari Genggaman

Sejarah membuktikan, Manchester City pernah melakukan comeback luar biasa untuk merajai Liga Primer Inggis pada dekade ini tetapi sekarang mereka butuh keajaiban untuk mengulang itu lagi. 

Dua poin baru saja mereka buang di markas Newcastle United namun hal yang paling mengkhawatirkan dari skor akhir 2-2 kedua tim adalah, performa City yang tidak meyakinkan. 

Entah bagaimana, sekarang City terasa seperti jatuh di balik bayang-bayang kegemiangan yang mereka ciptakan dalam beberapa tahun ke belakang ini. 

Mau yang lebih menampar? Baiklah, level penampilan City sekarang berada di bawah Liverpool yang mengambil keuntungan hasil imbang di St James Park dengan menghajar Brighton untuk unggul 11 poin. 

Musim lalu kunjungan ke Newcastle adalah titik balik untuk City. Mereka mengubah performa malas di Tyneside dengan 14 kemenangan beruntun yang mengangkat tim ke tangga juara. 

Tetapi sekarang agak sulit rasanya melihat pasukan Guardiola bisa mengulang hal itu meski sang pelatih sendiri mengisyaratkan dua penampilan di markas Newcastle itu tidak bisa dibandingkan. 

"Ada dua tembakan tepat sasaran dan kami kebobolan dua gol," ujar bos City tersebut. 

"Cara kami bermain sangat bagus. Kami menciptakan sepuluh peluang ketika sepuluh pemain lawan beredar di kotak penalti, lalu Martin Dubravka melakukan penyelamatan hebat."

"Kemudian kami tidak layak dihukum tendangan bebas, lalu Jonjo Shelvey menciptakan perbedaan."

Sah-sah saja Guardiola mengeluarkan komentar tersebut namun dia juga tidak bisa menghindar dari fakta timnya punya sederet masalah yang harus dituntaskan secara cepat. 

City hanya mencatat satu clean sheet dari sembilan pertandingan terakhir dan mulai kehilangan ketajaman untuk membuat lawan tertunduk lesu. 

Dua kali City unggul atas Newcastle namun dua kali juga skor disamakan dengan cepat. 

Raheem Sterling Newcastle United v Manchester City 11302019(C) Getty Images

Lebih mengecewakan lagi, seharusnya City menikmati momen seperti yang biasa dirasakan oleh Liverpool. 

Pasukan Jurgen Klopp berhasil mengoleksi lebih banyak poin dengan gol yang tercipta di sepuluh menit terahkri pertandingan pada musim ini. Ketika Kevin De Bruyne mencetak gol mewah pada menit 82, seharusnya City mampu mengamankan kemenangan krusial. 

Sayang, Fernandinho melakukan tindakan ceroboh hingga tuan rumah mendapat tendangan bebas dan Shelvey - mantan gelandang Liverpool - mengeksekusi sebuah set-piece terencana dengan tendangan brilian untuk menyamakan kedudukan. 

"Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di Liga Primer," aku Guardiola. 

"Newcastle tidak bisa menciptakan banyak peluang, ketika itu kami seharusnya merapatkan barisan dan tidak melakukan kesalahan untuk meraih kemenangan."

"Shelvey menerima bola dan mengarahkannya ke pojok gawang, tetapi seharusnya kami bisa menghindari situasi itu."

Newcastle bukan satu-satunya tim yang membuat City kecewa dengan permainan disiplin dan berani. 

Biasanya City menguasai sepertiga penguasaan bola yang kerap berujung dengan kemenangan, tetapi dalam beberapa pekan terakhir, mereka lebih jarang menciptakan peluang. 

2019-11-26 Josep GuardiolaGetty Images

Guardiola banyak menghabiskan waktu di area teknik, kemudian menggaruk kepala ketimbang memberi instruksi lanjutan atau mengingatkan para pemainnya. Situasi yang sama terjadi sepuluh bulan lalu ketika City takluk 2-1 di tempat yang sama. 

Pelatih asal Spanyol ini sebenarnya telah mencoba untuk lebih kreatif menyikapi skuadnya yang dihajar badai cedera dengan mengubah strategi demi mengganggu ritme permainan Newcastle. 

Kyle Walker menghabiskan lebih banyak wakti babak pertama untuk membantu lini tengah namun dia lebih efektif di paruh kedua saat beroperasi sebagai bek kanan. 

De Bruyne dan David Silva menjadi pendukung hebat bagi Gabriel Jesus, sementara Benjamin Mendy dan Riyad Mahrez diinstruksikan untuk lebih melebar. 

Sayangnya perubahan itu tidak cukup untuk menggaransi kemenangan yang begitu didambakan oleh City demi memenuhi ambisi menjaga Liverpool di dalam jangkauan. 

Ketika ditanya tentang meraih kemenangan berikutnya untuk membuntuti Liverpool, Guardiola menjawab, "Bukan ide bagus utuk memikirkan Liga Primer atau berapa poin (yang akan dikumpulkan). Kami harus meraih kemenangan, jika gagal maka situasinya akan semakin rumit."

Ke depan City akan menghadapi laga keras, setelah bertandang ke markas Burnley mereka akan terlibat duel seru lawan Manchester United, Arsenal, Leicester City, Wolverhamton Wanderers, sebelum menutup tahun dengan menjamu Sheffield United. 

Melihat jadwal yang tidak mudah sekaligus padat, rasa-rasanya City akan sulit mengulang kemenangan beruntun seperti musim lalu dan harapan mempertahankan gelar juara, perlahan namun pasti terus memudar.

Iklan
0