Manchester City harus menunggu hingga awal Juli untuk mengetahui hasil dari banding yang mereka ajukan terkait hukuman larangan tampil di Liga Champions, demikian pengumuman Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Kampiun Liga Primer Inggris tersebut tengah berusaha membatalkan keputusan UEFA yang melarang mereka untuk berpartisipasi di Liga Champions selama dua musim dan menjatuhkan denda €30 juta setelah mendapati City melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).
Audiensi City dimulai pada Senin (8/6) dan berakhir pada Rabu (10/6) kemarin, dengan semua proses dilakukan melalui panggilan video. Panel arbitrase sekarang akan memulai musyawarah sebelum mengonfirmasi keputusan.
"Keputusannya diperkirakan keluar dalam paruh pertama Juli 2020. Tanggal pastinya akan disampaikan sebelumnya," demikian pernyataan CAS.
City mendapat hukuman berat tersebut pada Februari lalu setelah terbukti melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi UEFA terkait FFP.
The Cityzens konsisten membantah bahwa mereka telah melakukan pelanggran, dengan kasus tersebut pertama kali disuarakan oleh Der Spiegel pada November 2018, yang menghimpun informasi berdasarkan bocoran dari Football Leaks.
Manajer Pep Guardiola, yang kontraknya akan habis pada Juni 2021, telah menegaskan komitmennya kepada klub meski masih berada dalam ancaman sanksi UEFA.
"Kecuali mereka memecat saya, yang bisa saja terjadi, saya tidak akan pergi," katanya. "Mengapa saya harus pergi? Saya suka klub ini, saya senang berada di sini, dan setelah kami naik banding, kami akan fokus pada apa yang harus kami lakukan."
"Saya ingin tetap membantu klub dan mempertahankan level ini selama mungkin. Bukan hanya karena saya masih memiliki kontrak, kami ingin berjuang sampai akhir bagi orang-orang yang mendukung klub ini."


