Beberapa tahun lalu, tepatnya pada 2020, Jose Mourinho mengkritik keras putusan untuk menganulir larangan dua tahun berkompetisi di Liga Champions yang dijatuhkan kepada Manchester City.
Senin (6/2) kemarin, hasil investigasi empat tahun mendakwa Man City bahwa mereka telah melanggar lebih dari 100 peraturan finansial Liga Primer Inggris. Pelanggaran tersebut mereka lakukan antara 2009 sampai 2018.
Jika sang juara bertahan Liga Primer dinyatakan bersalah, maka mereka bisa disanksi pengurangan poin, larangan transfer, pencopotan gelar liga, bahkan dikeluarkan dari liga.
GettyMenyusul kabar ini, konferensi pers Jose Mourinho dari tahun 2020, saat ia masih menukangi Tottenham Hotspur, viral lagi.
Saat itu City didakwa melanggar Financial Fair Play UEFA dan disanksi larangan bertanding selama dua tahun di Liga Champions serta dijatuhi sejumlah denda. Namun The Citizen menang di persidangan sehingga keputusan tersebut dianulir plus pengurangan denda.
"Saya rasa ini artinya Financial Fair Play akan tamat, karena toh tak ada gunanya," ucap Mourinho saat itu kepada talkSPORT.
"Jika Anda tak bersalah, Anda tak seharusnya didenda. Saya bukannya menuduh Man City bersalah, saya cuma bilang jika Anda tak bersalah, Anda seharusnya tak dipaksa membayar denda... bahkan satu pound sterling pun."
"Ngapain Anda membayar denda £8 juta sampai £9 juta jika Anda tak bersalah? Jika Man City tak bersalah, putusan ini memalukan, aib."
"[Tapi] jika Anda bersalah, putusan ini juga memalukan. Jika Anda bersalah, sudah seharusnya Anda dilarang berkompetisi [di Liga Champions]. Kritikan saya bukan untuk Manchester City. Bukan wewenang saya menentukan mereka bersalah atau tidak. Kritikan saya untuk putusan ini."
Getty ImagesDitanya lebih lanjut soal peran FFP, pelatih yang kini menukangi AS Roma itu menambahkan: "Saya mau Financial Fair Play ditegakkan dengan adil."
"Saya ingin Man City dinyatakan tak bersalah dan tak membayar denda sepeser pun, atau dinyatakan bersalah dan dilarang berkompetisi."
"Dahulu klub-klub lain pernah berada di situasi serupa dan kalian tahu sendiri hasilnya."
"Jadi, mending pintu sirkus ini dibuka saja dan biarkan semua orang menikmatinya dengan bebas," pungkas bekas pelatih Chelsea tersebut.
