Manajer umum akademi PSS Sleman Johannes Sugianto, menjadi korban kekerasan oknum suporter. Ia dipukuli sejumlah orang usai pertandingan Super Elang Jawa melawan Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo, kemarin.
Saat itu, Pak Jo, sapaannya, sedang berbicara dengan pengurus PSS lainnya di pinggir lapangan dekat para pemain dari kedua tim biasa berdiri sebelum memasuki lapangan. Tiba-tiba sekitar empat atau lima orang yang tidak menggunakan ID langsung memukulnya sambil berteriak 'buat apa nanya-naya uang BCS'.
Tak sampai di situ, Jo kembali mendapatkan pukulan dari orang berbeda. Ia ditonjok di bagian telinga yang kemudian langsung dilerai oleh orang-orang yang berada di sekiar kejadian.
Usai mengalami penganiayaan, Johannes kemudian melaporkan insiden itu ke Polda DI Yogyakarta. Dia juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Meski diminta untuk dirawat lebih lanjut di rumah sakit, namun Johannes memilih untuk pulang malam itu juga.
"Saya masih merasakan sakit di bagian tulang rusuk dan telinga. Kepala masih terasa pusing dan pundak terasa kaku. Dari pemeriksaan, dokter mengatakan ada tulang rusuk yang retak meski sedikit. Jadi saya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Johannes.
Soal teriakan 'uang BCS' Johannes menjelaskan diminta bantuan oleh manajemen untuk menanyakan hasil penjualan tiket pertandingan saat PSS menjamu Arema FC di laga pembukaan Liga 1. Hal ini karena manajemen belum menerima laporan hasil dari penjualan tiket yang ditangani BCS.
"Hal yang wajar bila manajemen menanyakan karena belum ada laporan pertanggungjawaban. Berhubung saya dekat dengan beberapa teman di BCS, salah satunya asisten manajer tim U-16, saya pun meminta tolong melalui dia untuk menanyakannya. Mereka yang mengelola pun bisa menjelaskannya kenapa belum masuk laporannya," ujarnya.
"Heran saja kenapa mereka bisa bebas masuk. Padahal, petugas yang menjaga pintu sangat ketat. Wartawan yang punya ID card saja tidak boleh masuk," tambahnya.
Menanggapi kejadian yang menimpa Johannes, CEO PT Putra Sleman Sembada, Viola Kurniawati mengungkapkan penyesalan dan kekecewaannya. Ia juga menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwajib.
"Insiden sungguh disesalkan. Ini kejadian yang memalukan. Apalagi pak Johannes adalah orang tua. Mengapa ada orang-orang yang melakuka pengeroyokan terhadap orang tua. Mereka sama sekali tidak menghormati orang tua," kata Viola.
"Kami mendukung bila kasus ini diserahkan kepada pihak yang berwajib. Ini harus diproses secara hukum. Saya juga harus melindungi rekan-rekan yang bekerja di klub ini," imbuhnya.
