Manajer Thailand Nualphan Lamsam tidak ingin meremehkan Brunei Darussalam, dan menganggap tim Tebuan sebagai salah satu kuda hitam di Grup A Piala AFF 2022 yang mulai bergulir pada 20 Desember.
Brunei berhasil menembus ke putaran final setelah mengalahkan Timor-Leste di babak play-off. Mereka akan menghadapi Thailand, Indonesia, Filipina, dan Kamboja. Dari kontestan di Grup A, Brunei dianggap sebagai tim palih lemah.
Kendati demikian, Nualphan tidak menganggap Brunei sebagai tim lemah. Menurut wanita yang disapa Madame Pang ini, keberhasilan tampil di putaran final sejak terakhir kali merasakannya di Piala AFF 1996 membuktikan perkembangan sepakbola di negara itu sudah bagus.
“Sekarang tidak penting siapa yang Anda hadapi, karena semuanya tidak mudah. Banyak tim sudah mengalami perkembangan, seperti Brunei, yang masuk ke fase grup setelah 26 tahun. Kami tidak boleh lengah, dan harus menaruh respect kepada seluruh tim,” tutur Madam Phang dikutip Goal Thailand.
Madame Pang menambahkan, status Thailand sebagai juara bertahan membuat harapan publik sepakbola setempat sangat tinggi kepada The War Elephants untu mempertahankan trofi. Apalagi dari skuad yang berhasil tampil sebagai kampiun pada tahun lalu, hanya tujuh pemain yang tersisa.
“Tahun lalu kami menjadi juara, dan sekarang kami menjadi juara bertahan. Kami akui kami berada dalam tekanan, karena publik menaruh harapan tinggi, ditambah ada pertandingan kandang dan tandang,” kata Madame Pang.
“Kami hanya punya tujuh pemain yang tersisa dari tahun lalu. Ini membutuhkan kerja keras, sehingga para pemain muda harus berusaha mempertahankan gelar juara. Kami juga menjadi tim yang paling terakhir melakukan persiapan.”
“Turnamen ini juga digelar bersamaan dengan perayaan tahun baru. Jadi semua orang harus fokus untuk mewujudkan target. Mungkin para pemain muda punya kesempatan sebentar untuk berkumpul dengan keluarga mereka saat menjalani laga kandang.”
Sebelum berlaga di Piala AFF, Thailand mengagendakan dua pertandingan uji coba terlebih dulu. Tim besutan Alexandre Polking ini dijadwalkan menghadapi Myanmar pada 11 Desember, dan tiga hari kemudian bertemu Cina Taipei.
