Kebobolan gol penyeimbang di injury time saat melawan AC Milan pekan lalu memicu perdebatan di Manchester United.
Bukan adu fisik, namun Ole Gunnar Solskjaer melontarkan kata-kata dengan keras agar yakin bahwa pesan yang dia sampaikan dipahami oleh para pemainnya.
Apa yang terjadi di Old Traffford tidak terulang. Tidak ada lagi serangan mematikan di detik-detik akhir laga. Tidak ada lagi kecerobohan saat musuh mendapatkan set-piece.
Evaluasi keras dari bos United itu tampaknya berhasil, dilihat dari penampilan pemain bertahan yang hampir sempurna dalam dua kemenangan 1-0 setelahnya, melawan West Ham di Liga Primer dan Milan pada leg kedua babak 16 besar Liga Europa di San Siro.
Satu-satunya hal yang memalukan, mungkin adalah pesan Solskjaer tidak diterima dengan baik sebelumnya. Sebab dua bulan lalu, United bersaing untuk memenangkan liga.
Namun harapan untuk mendapatkan gelar juara harus pupus, dan pada akhirnya juga diperparah dengan pertahanan serta penjaga gawang yang ceroboh.
Hasil 3-3 dengan Everton di Old Trafford, ketika Setan Merah unggul dua gol di babak pertama adalah contoh sempurna, dengan lini serang yang mematikan namun juga pertahanan yang sangat lembek.
Pada tahap itu United kebobolan lebih banyak gol daripada pemuncak klasemen Manchester City (14 gol banding 30 gol) dan itu akhirnya membuat Setan Merah kehilangan gelar.
Namun sejak gagal menang melawan Everton, United telah menunjukkan peningkatan yang signifikan di lini belakang. Mereka hanya kebobolan dua gol dalam enam pertandingan terakhir mereka di liga, dan hanya tiga gol dalam 11 laga terakhir di semua kompetisi.
Solskjaer sejak awal musim menegaskan bahwa kepercayaan dirinya pada empat pemain bertahannya selalu setinggi langit.
Namun bukan rahasia lagi jika United tengah mengevaluasi sejumlah bek tengah dengan tujuan memperkuat pertahanan selama bursa transfer musim panas.
Joules Kounde (Sevilla), Raphael Varane (Real Madrid) dan David Carmo (SC Braga) merupakan tiga dari sekian banyak pemain yang dipantau oleh United.
Getty/GoalNamun situasinya kini telah berubah, dan penampilan United di Milan, Jumat (19/3) WIB, menjadi alasan kuat.
Victor Lindelof yang selalu dihujat, melakukan salah satu penampilan terbaiknya selama berseragam United, melakukan lima kali sapuan dan memotong bola yang mengancam gawang. Luke Shaw melanjutkan performa bagus yang membuatnya dipanggil kembali ke timnas Inggris, sementara Harry Maguire, sekali lagi masih kokoh dan kuat.
Tampaknya masalah yang melanda lini bertahan di awal musim, setidaknya untuk saat ini telah diselesaikan.
“Itu tergantung pada banyak pekerjaan bagus di tempat latihan,” kata Solskjaer kepada wartawan. “Tentu saja kami telah melatih empat bek kami, tetapi ini adalah upaya tim dan para pelatih benar-benar mengerjakan hal detail yang kami tingkatkan di setiap pertandingan.”
Meskipun demikian, Lindelof -- yang menjadi man of the match melawan Milan -- sangat mengesankan akhir-akhir ini, dan terlihat jauh lebih solid bersama Maguire di jantung pertahanan United.
“Victor dan Harry, mereka memiliki pemahaman yang baik satu sama lain dan benar-benar dibangun sejak musim lalu,” ungkap Solskjaer.
“Kemudian lagi, kami memiliki bek tengah lain di sini yang datang dan bermain bagus ketika mereka memiliki kesempatan.”
Tantangannya sekarang, tentu saja, para bek tengah United bisa mempertahankan performa ini karena masalah lini belakang – seperti tim pada umumnya – adalah kurangnya konsistensi.
Getty/GoalSementara Setan Merah telah melakukan lebih banyak clean sheet selama sebulan terakhir, mereka tetap rentan terhadap kesalahan, terutama dalam hal menghalau serangan musuh dari bola mati atau menghentikan pemain lawan yang memiliki kecepatan.
Dimasukkannya Eric Bailly dapat menutupi kurangnya kecepatan di bagian pertahanan, tetapi yang sulit dari pemain Pantai Gading itu adalah membuatnya tetap fit dan bahagia.
Namun dengan empat bek sekarang tampaknya telah mengurangi kesalahan fatal, dan Solskjaer mengabaikan spekulasi apa pun atas klub yang mencari bek tengah, dengan fokus untuk mencari penyerang pada bursa transfer mendatang.
Marcus Rashford telah mencetak satu gol dalam enam pertandingan, Anthony Martial hanya mencetak empat gol di liga sepanjang musim, sementara Mason Greenwood dan Daniel James masing-masing telah menjalani 15 laga dengan tujuh di antaranya tidak mencetak gol.
Bahkan tulang punggung Setan Merah Bruno Fernandes hanya menyumbangkan satu gol dalam tujuh laga terakhirnya.
Gaya serangan free-flowing dan fluid attack yang membuat United ke puncak klasemen perlahan menghilang dan sering membuat mereka gagal cetak gol.
Mengingat Edinson Cavani kemungkinan akan hengkang pada akhir musim, Solskjaer harus membuat keputusan besar apakah akan berusaha keras untuk mendatangkan pemain nomor ‘9’ alami musim panas ini.
Erling Haaland jelas adalah targetnya. Lagi pula, siapa yang tidak menginginkan penyerang Borussia Dortmund yang sangat produktif itu?
Namun kendala keuangan yang disebabkan oleh pandemi virus corona akan membuat kesepakatan untuk penyerang paling diminati di dunia sepak bola saat ini sangat sulit dilakukan.
Setan Merah kemudian memiliki beberapa opsi. Tetapi jika penampilan beberapa minggu terakhir berlanjut hingga akhir musim, United mungkin akan menjadikan pos penyerang sebagai prioritas mereka di bursa transfer daripada mencari bek tengah. (*/Yos)


