Pep Guardiola Manchester City League Cup 2020Getty

Man City Vs Spurs: Buah Simalakama Pep Guardiola Di Final Piala Liga

Jika Pep Guardiola dan Manchester City diibiratkan dua himpunan matematika: Piala Liga Inggris adalah irisannya.

Selangkah lagi, Pep bakal meraih trofi Piala Liga keempat berentet sejak memanajeri Man City pada musim 2016/17.

Pencapaian tersebut turut memicu simpulan dari orang-orang yang menyebut bahwa turnamen yang biasa dipelesetkan jadi "Piala Chiki" ini ya sudah jatahnya anak-anak pusat kota Manchester.

Terdekat, City akan menghadapi Tottenham Hotspur minus Jose Mourinho pada final Piala Liga Inggris di Wembley, Minggu (25/4) pukul 22:30 WIB.

Tercatat, Man City cuma sekali gagal juara Piala Liga sejak dilatih Pep. Ya, tepatnya pada musim perdana pelatih berkepala botak itu di Liga Inggris. Kala itu, The Citizens disingkirkan rival sekota, Manchester United, pada putaran keempat.

Itu sangat kontras dengan Spurs yang mencoba menuntaskan kekeringan gelar sejak 13 tahun silam sejak trofi Piala Liga Inggris edisi 2008.

Pemecatan Mourinho menjadi salah satu letupan dalam pekan yang penuh gejolak. Caretaker Ryan Mason—yang masih berusia 29 tahun—tentu bukan prospek untuk mencoba mengakhiri paceklik tersebut.

Ryan Mason Tottenham 2021Getty Images

Pendahulunya: Harry Redknapp, Andre Villas-Boas, Tim Sherwood, Mauricio Pochettino, dan Mourinho semuanya gagal membawa trofi mayor kembali ke London Utara.

Yang menarik, Mason berada di lini tengah Spurs ketika mereka dikalahkan Chelsea arahan Mou di final Piala Liga terakhir Spurs pada 2015. Salah satu dari tiga final utama yang mereka capai sejak 2008, yang semuanya berakhir dengan kekalahan tanpa mencetak gol.

Minimal, Mason punya modal oke pasca-debut kemenangan susah payah atas Southampton, tengah pekan ini. Sebagai catatan, Spurs tampil tanpa top skor Harry Kane yang cedera.

Statistik pertemuan kedua tim dalam lima laga teraktual di lintas ajang pun berimbang: dua kemenangan, dua kekalahan, dan sekali seri.

Tentu, Guardiola ogah kepeleset kulit pisang saat menghadapi manajer termuda di Liga Primer Inggris sekaligus pelatih kedua yang berusia 20-an yang menukangi klub kasta teratas sejak Perang Dunia Kedua!

Apalagi, kesempatan quadruple Pep kandas seusai City dieliminasi Chelsea pada semi-final Piala FA. Artinya, ia bakal mengincar trigelar keduanya sebagai pelatih setelah bulan madunya bersama Barcelona pada musim 2008/09.

Pep Guardiola Barcelona Champions LeagueGetty Images

Peluang treble City masih sangat terbuka. Hilal si Bulan Biru untuk menjuarai EPL sudah terlihat. Di Liga Champions, mereka sudah berada di semi-final untuk melawan Paris Saint-Germain.

Pada 2018, Pep sebetulnya pernah membawa City menyabet tiga gelar sekaligus dalam semusim. Tapi kala itu levelnya “cuma” domestik, yakni: EPL, Piala FA, dan Piala Liga.

City tanpa John Stones yang terkena kartu merah pada laga terakhir kontra Aston Villa. Kevin De Bruyne masih diragukan. Di bawah mistar, Zack Steffen yang akan tampil. Sementara di sisi lawan, kondisi cedera pergelangan kaki Kane terus dipantau jam demi jam.

Menarik menyimak bentrok dua klub yang sepanjang pekan lebih ramai dengan pembahasan sebagai penggagas Liga Super Eropa ini di hadapan 8000 fans yang diizinkan hadir di Wembley.

Imbas pandemi Covid-19, turnamen yang lazim berakhir pada Februari atau awal Maret ini diundur secara khusus untuk memungkinkan kehadiran suporter sekaligus sebagai salah satu test event menjelang Euro 2020, Juni mendatang.

Iklan
0