Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

imago-sport-1080684899.jpgAnadolu Agency

Diterjemahkan oleh

Maldini: Guardiola Siap Melatih Italia dengan Gaji Lebih Rendah daripada Gattuso

Paolo Maldini mengungkap detail baru terkait kepergiannya dari Federasi Sepak Bola Italia serta proyek ambisius yang coba ia luncurkan selama masa jabatannya yang singkat sebagai direktur olahraga, seraya menegaskan bahwa Pep Guardiola sempat sangat dekat untuk menukangi Azzurri.

Maldini menjelaskan, dalam wawancara dengan surat kabar Italia "Corriere della Sera", bahwa salah satu tujuan utamanya adalah menemukan seorang pelatih yang mampu memimpin proses transformasi mendalam dalam sepak bola Italia, dan pilihannya jatuh pada Pep Guardiola.

Maldini mengatakan bahwa komunikasi dengan pelatih Manchester City itu jauh melampaui sekadar kontak awal, seraya menjelaskan: "Bersama Guardiola kami mempelajari daftar para pemain, mulai dari timnas U-17 dan seterusnya," sembari mengungkap bahwa sang pelatih "bahkan mulai menuliskan susunan pemain".

Negosiasi antara kedua pihak bahkan sampai membahas aspek finansial juga, di mana Maldini menegaskan bahwa Guardiola menunjukkan kesediaan yang besar untuk mengemban tugas tersebut, dengan mengatakan: "Guardiola berkata kepada kami: berikan saya satu euro lebih sedikit dari yang diterima pelatih terakhir dan saya siap."

Maldini menekankan bahwa Guardiola "tidak menolak karena uang", seraya menjelaskan bahwa keputusannya terkait dengan kelelahan yang menumpuk setelah bertahun-tahun bekerja di Inggris, di samping fakta bahwa ia menjalani operasi pada bagian punggung, dengan mengatakan: "Ia kelelahan setelah sepuluh tahun yang berat di Liga Primer Inggris."

Proyek Maldini melampaui sekadar memilih pelatih baru untuk timnas, karena tujuannya adalah mendorong sepak bola Italia menuju proses pembangunan ulang yang sesungguhnya, tetapi perselisihan dengan presiden federasi, Malagò, membuat pelaksanaan proyek itu pada akhirnya menjadi mustahil.

Maldini mengambil keputusan untuk meninggalkan jabatannya setelah ia menilai dirinya tidak lagi mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan independensi yang telah disepakati, dan ia berkata: "Kami mengajukan pengunduran diri karena syarat-syarat kepercayaan yang diperlukan sudah tidak ada lagi."

Maldini, mantan pemain timnas Italia, membela sikapnya selama perselisihan tersebut, dengan menegaskan: "Jika membela pekerjaan saya dan memikul tanggung jawab saya berarti saya keras kepala, maka saya memang keras kepala."

Kontroversi Pirlo

Setelah Guardiola tersingkir dari perhitungan, Maldini menyebut sosok pelatih yang ia pandang paling tepat untuk menukangi timnas Italia, yaitu Andrea Pirlo.

Maldini menilai bahwa mantan gelandang tersebut memiliki syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi pelatih baru Italia, dan merupakan pelatih ideal dari sudut pandangnya, meski ada keraguan yang menyelimuti pengalamannya di bangku kepelatihan.

Maldini menanggapi argumen terkait minimnya pengalaman kepelatihan Pirlo, dengan merujuk pada dua pelatih terakhir yang meraih Piala Dunia, seraya berkata: "Rekam jejak kepelatihan apa yang dimiliki dua pelatih terakhir yang meraih Piala Dunia, Scaloni dan De la Fuente?"

Dari sisi teknis, Maldini menilai bahwa Pirlo sangat siap untuk menghadapi tantangan tersebut, dan menggambarkannya sebagai "sangat siap".

Kontroversi terkait hubungan Pirlo dengan sebuah perusahaan taruhan juga tidak meyakinkan bagi Maldini, karena mantan bek itu menilai bahwa insiden tersebut digunakan untuk menghalangi pencalonannya, seraya berkata: "Itu hanyalah dalih."

Maldini menjelaskan, menurut versinya, bahwa "tidak ada hambatan hukum apa pun", dan lagi pula Pirlo bersedia mengakhiri keterikatannya dengan perusahaan itu untuk menghilangkan segala keraguan, seraya menambahkan: "Ia siap memutus hubungannya dengan perusahaan Rusia itu."

Pada akhirnya, Malagò menyingkirkan opsi Pirlo, sebuah keputusan yang juga menyingkirkan nama-nama lain yang sempat berada di atas meja, seperti De Rossi dan Grosso.

Sebaliknya, Maldini menegaskan bahwa Thiago Motta sama sekali tidak masuk dalam rencananya sejak awal, seraya berkata: "Ia tidak pernah menjadi salah satu pilihan kami."

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google