Tim nasional Maroko bersiap menghadapi laga penentu melawan tim nasional Belanda di babak 32 besar Piala Dunia 2026, sebuah pertandingan yang akan menguji kemampuan “Singa Atlas” untuk mengalahkan “Kincir Angin” dan merebut tiket lolos ke babak 16 besar.
Stadion Monterrey akan menjadi tuan rumah pertandingan yang dinantikan antara kedua tim dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026, yang diselenggarakan untuk pertama kalinya dalam sejarah melalui kerja sama antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Timnas Maroko menunjukkan performa yang konsisten selama Piala Dunia kali ini, menegaskan posisinya sebagai salah satu tim terkemuka di kancah internasional, berkat gaya bermainnya yang memadukan disiplin taktis dan semangat juang.
“Singa Atlas” menunjukkan kekompakan yang luar biasa saat menghadapi tim-tim besar, setelah mengawali perjalanan mereka dengan hasil imbang yang berharga melawan Brasil dengan skor (1-1), dalam pertandingan yang menegaskan kesiapan mereka untuk bersaing dengan kuat, sebelum meraih kemenangan atas Skotlandia dengan skor 1-0, lalu mengalahkan Haiti dengan skor (4-2), sehingga memastikan tempat mereka di babak gugur.
Di sisi lain, timnas Belanda menampilkan performa luar biasa di babak penyisihan grup, setelah membuka perjalanan mereka dengan hasil imbang yang menegangkan melawan Jepang dengan skor (2-2), sebelum menghancurkan Swedia dengan skor lima gol berbanding satu, lalu menutup pertandingan mereka dengan kemenangan yang pantas atas Tunisia dengan skor (3-1).
Pertandingan ini mengingatkan kita pada satu-satunya pertemuan kedua tim di putaran final Piala Dunia, yaitu saat mereka berhadapan di Piala Dunia Amerika Serikat tahun 1994, dalam pertandingan fase grup di Stadion “Citrus Bowl”, di mana pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan timnas Belanda dengan skor 2-1.
Kedua gol Belanda saat itu dicetak oleh Dennis Bergkamp pada menit ke-43 dan Brian Roy pada menit ke-77, sementara Hassan Nazir mencetak satu-satunya gol timnas Maroko pada menit ke-47. Pertandingan tersebut tetap menjadi satu-satunya pertemuan antara kedua tim dalam sejarah Piala Dunia, sebelum keduanya kembali bertemu setelah 32 tahun pada edisi 2026.
