Tragedi Kanjuruhan menjadi sejarah kelam sepakbola Tanah Air. Ratusan orang tewas dan ratusan lainnya sedang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit akibat insiden nahas yang terjadi Sabtu (1/10).
Ada sejumlah pertanyaan yang mengundang perhatian publik. Satu di antaranya terkait jam kick-off yang dirasa terlalu malam untuk menggelar pertandingan Arema FC lawan Persebaya Surabaya.
Arema FC dan Persebaya Surabaya merupakan rival abadi. Tensi tinggi di dalam maupun luar lapangan selalu mewarnai pertandingan kedua klub tersebut.
Supaya laga bertajuk derby Jawa Timur tersebut berjalan lancar, panitia pelaksana (panpel) Arema FC mengirimkan surat bernomor 014/PANPEL/ARM/IX/2022 ke Kepolisian Resor Malang untuk mendapatkan izin keramaian, pada Senin (12/9). Isi suratnya meminta bantuan pengamanan partai itu.
Kepolisian Resor Malang mengirimkan surat balasan bernomor B/2151/IX/PAM.3.3/2022 yang meminta panpel Arema FC agar mengajukan surat permohonan perubahan jadwal pertandingan Liga 1 2022/23 yang mempertemukan Arema FC melawan Persebaya Surabaya kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka ingin laga yang awalnya digelar pukul 20.00 WIB dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan.
Permintaan Kepolisian Resor Malang langsung direpons panpel Arema FC dengan mengirimkan surat kepada PT LIB. Operator kompetisi tersebut langsung membalas surat bernomor 497/LIB-KOM/IX/2022, pada Senin (19/9).
Dalam surat dari PT LIB tertulis meminta kepada panpel Arema FC berkoordinasi secara optimal kepada pihak keamanan dalam hal ini khususnya Kapolres Malang. PT LIB meminta pertandingan Liga 1 2022/23 antara Arema FC melawan Persebaya tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu pukul 20.00 WIB.
Isi surat itu disampaikan setelah hasil koordinasi antara PSSI, PT LIB, dan host broadcaster. Mendapatkan surat dari PT LIB, panpel Arema FC langsung kembali berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Malang.
Pihak Kepolisian Resor Malang kembali menerbitkan surat bernomer B/2448/IX/YAN.2.1/2022 pada Rabu (28/9) kepada panpel Arema FC. Dalam surat itu tertulis bahwa Kepolisian Resor Malang merekomendasikan kegiatan tersebut ke Ditintelkam Polda Jatim selama panpel Arema FC memenuhi syarat yang diajukan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Malang.
IstimewaKepolisian Daerah Jawa Timur menerbitkan izin keramaian buat panpel Arema FC menggelar pertandingan antara Singo Edan versus Bajul Ijo pada Kamis (29/9). Dalam surat itu juga tertulis saudara Abdul Haris selaku ketua panpel Arema FC bertanggung jawab penuh apabila terjadi kejadian tidak terduga dalam pertandingan tersebut.
Kepolisian Jawa Timur juga meminta agar pertandingan tersebut dihadiri 75 persen dari kapasitas Stadion Kanjuruhan. Tempat tersebut bisa menampung 42 ribu penonton.
Bila melihat fakta tersebut Kepolisian Jawa Timur sudah mengizinkan laga Arema FC kontra Persebaya dihelat malam hari. Padahal, sebelumnya mereka meminta duel itu dimainkan sore.
Tentu ada komunikasi yang dilakukan antara Kepolisian Jawa Timur dengan panpel Arema FC sehingga bisa dapat izin laga dimainkan pukul 20.00 WIB. Kedua belah pihak pasti sudah mempertimbangkan secara matang keputusan ini.
Sayang, laga Arema FC lawan Persebaya yang tadinya berjalan lancar berakhir ricuk. Aremania yang kecewa karena klub kesayangannya kalah 3-2 menyerbu lapangan selepas wasit meniupkan peluit tanda laga selesai.
Tindakan diambil Polisi dengan menembakkan gas air mata untuk memukul mundur suporter yang rusuh. Namun, tembakan gas air mata tersebut tidak cuma dilepaskan di lapangan.
Polisi menembakkan juga gas air mata ke arah tribune penonton yang membuat kepanikan terjadi. Akibatnya, banyak korban berjatuhan.
Pemerintah sudah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengivestigasi tragedi Kanjuruhan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dipercaya sebagai ketua.
PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengumumkan penghentikan Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara waktu. TGIPF sedang bergerak untuk mencari titik terang insiden tersebut.


