Kiper AC Milan Mike Maignan menyerukan adanya tindakan komprehensif yang diambil setelah dirinya menjadi korban pelecehan rasial oleh fans Juventus jelang pertandingan Senin (20/9) kemarin.
Video di media sosial menunjukkan para penggemar tuan rumah meneriakkan hinaan bernada rasisme kepada Maignan saat pemain menjalani pemanasan sebelum bermain imbang 1-1 di Allianz Stadium.
Maignan memberikan responsnya atas ejekan tersebut melalui laman Twitter, Selasa (21/9), dengan menampilkan unggahan panjang yang mengecam kurangnya penanganan serius terhadap aksi rasisme dalam sepakbola.
"Pada Minggu malam [Senin dini hari WIB] di Allianz Stadium, suporter Juventus menargetkan saya dengan hinaan rasis dan tangisan," kata penjaga gawang internasional Prancis berusia 26 tahun itu.
"Apa yang Anda ingin dengar dari saya? Rasisme itu salah dan para pendukung ini bodoh? Bukan seperti itu. Saya bukan pemain pertama atau terakhir yang mengalami hal ini. Selama peristiwa-peristiwa ini diperlakukan sebagai 'insiden yang terisolasi' dan tidak ada tindakan komprehensif yang diambil, sejarah pasti akan berulang lagi dan lagi."
"Apa yang kita lakukan untuk memerangi rasisme di stadion sepakbola? Apakah Anda benar-benar percaya itu efektif? Saya berada di klub yang berusaha untuk memimpin dengan menentang segala bentuk diskriminasi. Tapi kita harus lebih banyak dan kompak dalam pertempuran terhadap mereka yang melampaui sepakbola."
"Dalam prosesnya, apakah orang-orang yang memutuskan tahu bagaimana rasanya mendengar hinaan dan tangisan yang menempatkan kita bak binatang? Tahukah mereka apa dampaknya bagi keluarga kita, bagi orang yang kita cintai yang melihatnya dan yang tidak mengerti bahwa hal itu masih bisa terjadi pada 2021?"
"Saya bukan 'korban' rasisme. Saya Mike, berdiri, hitam dan bangga. Selama kami bisa memberikan suara kami untuk mengubah banyak hal, kami akan melakukannya."
Maignan bukan pemain Milan pertama yang menjadi korban pelecehan rasial musim ini, karena Rossoneri sebelumnya mengajukan keluhan resmi bulan ini atas insiden yang sama diduga dialami oleh Tiemoue Bakayoko dalam pertandingan versus Lazio.
Bakayoko juga mengatakan bahwa para penggemar melakukan pelecehan rasial terhadap rekan setimnya Franck Kessie.




