Rio Ferdinand sependapat dengan Roy Keane yang mengutuk sikap basa-basi setelah pertandingan derbi Manchester antara United dan City berakhir, dengan sang eks bek mengatakan seseorang perlu memberitahu Harry Maguire bahwa Setan Merah tidak berpelukan dengan rival sekota.
Maguire memang terlihat berpelukan dan bercanda dengan rekannya di tim nasional Inggris, John Stones pada akhir laga derbi yang diwarnai dengan skor kacamata dan jalannya pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris, Sabtu (12/12) kemarin, yang dianggap membosankan.
Mantan kapten United, Keane tidak suka melihat sikap para pemain generasi sekarang yang mudah terlihat akrab dengan rival, seakan-akan tidak memiliki gairah besar bagi klub terutama dalam pertandingan derbi.
Ferdinand sependapat dan mengatakan bahwa momen pelukan selepas pertandingan tidak akan bisa diterima ketika United dilatih oleh manajer legendaris Sir Alex Ferguson di Old Trafford, menyarankan kepada Maguire dan rekan-rekan bahwa tidak perlu menunjukkan keakraban dalam balutan panasnya rivalitas di Liga Primer.
Katanya kepada FIVE: "Derbi Manchester yang membosankan. Biasanya ada dorongan dan terjangan, biasanya ada beberapa perseteruan kecil dalam pertandingan, beberapa gol. Ini hanya sekadar 0-0 yang membosankan, dan pada akhir laga ada pelukan."
"Saya pikir itu didokumentasikan dengan baik di media sosial. Dengarkan, generasi baru itu berbeda, kita tidak bisa mengharapkan mereka sama seperti yang dahulu. Kami tidak berpelukan dan menciup para pemain Man City atau Liverpool mana pun saat kami bermain karena itu hanyalah tentang rivalitas yang panas."
"Kami tidak suka mereka, tidak suka berada di stadion mereka terlalu lama dari seharusnya, tidak suka bertemu dengan para fans City selama sepekan dan juga para pemainnya, kami terlalu ramah. Saya bergaul dengan Joleon Lescott, Vinny Kompany, Joe Hart, Gareth Barry dan semua yang ada di City waktu itu."
"Tapi selama itu kami tidak akrab dan berpelunag sekali pun itu menjadi bagian dari yang biasa kami lakukan. Jabat tangan yang bagus, bertanya 'bagaimana kabarmu' dengan senyuman. Ada nada rendah di sana karena kami adalah rival, sesederhana itu."
"Saya tidak mengerti, saya tidak benar-benar mendapat pelukan. Itu bukan sesuatu yang saya lakukan, saya akan melakukannya pada orang-orang yang melakukannya. Tapi saya mengerti generasi ini berbeda."
"Saya tidak akan pernah lupa, dan inilah yang perlu terjadi. Saat saya bermain untuk Man United, derbi Manchester pertama yang saya mainkan adalah di Maine Road, stadion lama Man City."
"Kami kalah 3-1 seingat saya, Shaun] Goater mencetak beberapa gol dan mereka mengalahkan kami. Masuk ke ruang ganti saya bisa merasakannya, saya bisa merasakan suasananya. Duduk, Ruud van Nistelrooy masuk dengan kostum Man City. Ia bertukar kostum."
"Sir Alex Ferguson marah, begitu marah. Wajahnya tidak hanya memerah, malahan ungu. Ia benar-benar marah. Ia lalu berteriak, 'jangan pernah masuk ke ruang ganti setelah derbi dengan kostum mereka. Jangan pernah sekali-kali membawa satu [kostum] pun ke ruang ganti ini."
"Sejak saat itu saya tahu. Saya memiliki perasaan sebelumnya, namun saya menjadi yakin setelah saya meninggalkan ruang ganti hari itu bahwa pelukan dan ciuman, bertukar kostum tidak terjadi di Man United vs Man City."
"Begitulah cara saya diberitahu pada mulanya dan begitulah saya melanjutkannya. Pertanyaannya sekarang adalah.. apakah aturan itu masih diterapkan sekarang oleh orang-orang yang ada di sana?"
"Apakah ada seseorang yang melihat foto kapten [Maguire] sedang memeluk salah satu pemain mereka? Mereka mungkin berteman, itu tidak masalah, namun adakah seseorang di sana yang berkata 'dengarkan, kami tidak melakukan [pelukan] itu di sini, apa yang Anda lakukan?'"
"Adakah orang yang mengatakan itu padanya? Itulah perbedaannya."




