Pelatih Madura United Dejan Antonic menegaskan, mereka tidak memasang target mencetak banyak gol saat dijamu Cilegon United di Stadion Krakatau Steel, Rabu ((6/2), pada pertandingan leg kedua babak 32 Besar Piala Indonesia 2018.
Madura United hanya membutuhkan hasil imbang untuk merebut tiket 16 Besar setelah di leg pertama mencatat kemenangan 2-0. Namun, mengingat materi pemain sebagian besar berstatus bintang, tuntutan memenangkan laga sangat tinggi. Dejan mengaku tidak ambil pusing dengan tekanan itu.
“Menurut saya yang paling penting adalah kami lolos ke 16 Besar. Kemarin kami memang tidak mencetak banyak gol. Kami harus tetap fokus, dan bermain seperti biasa,” tegas Dejan.
“Semua sudah siap, walau ada beberapa pemain yang tidak ikut, seperti Beto [Alberto Goncalves], Jaime [Jaimerson Xavier]. Kami tetap harus bekerja keras seperti di gim pertama.”
Di lain pihak, pelatih Cilegon United Imam Riyadi mengatakan, meski tim besutannya bermain di kandang, tidak mudah bagi mereka untuk meladeni skuat bertabur bintang milik Madura United.
Kendati demikian, Imam menegaskan, pemain sudah siap tampil memberikan yang terbaik. Imam berharap keberuntungan berpihak ke Cilegon United, sehingga mereka mampu membalikkan ketertinggalan.
“Semua tahu Madura United banyak pemain bintang. Tapi sepakbola bukan matematika. Kami pptimis bisa membalikkan keadaan dengan kerjas keras tim,” tegas Imam.
Goal Indonesia