Dipermanenkan Sebagai Pelatih Kepala Madura United, Rasiman Pelihara Asa Juara

Komentar()
Media Madura United
Rasiman juga menanamkan nilai profesional dan disiplin bagi seluruh anggota tim Madura United.

Manajemen Madura United sudah menetapkan untuk mempermanenkan Rasiman sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Rasiman hanya berstatus sebagai pelatih caretaker setelah Madura United tidak melanjutkan kerja sama dengan Dejan Antonic.

Rasiman pun diharapkan bisa membangkitkan kembali performa Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2019. Apalagi, materi pemain bertabur bintang yang dimiliki Madura United membuat mereka menjadi salah satu kandidat untuk menjadi juara musim ini. Meski ini untuk pertama kalinya bagi Rasiman menjadi pelatih kepala klub Liga 1.

Rasiman menyadari betul tugas berat yang diembannya. Maka itu, secara perlahan, eks asisten pelatih klub Malaysia, T-Team, tersebut membenahi segala sektor. Di antaranya dengan mendatangkan pelatih fisik anyar, San San Susanpur, hingga asisten pelatih, Winaryo.

Selain itu, dia juga menanamkan nilai profesional dan disiplin kepada seluruh anggota timnya. "Saya hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk klub ini, berusaha menata ulang yang selama ini masih kurang baik dari pelatihan atau yang lain. Menempatkan orang-orang yang memang profesional di bidangnya, sehingga membangun tim ini dan mudah-mudahan ini proses untuk membangun yang harmonis. Dengan proses yang kami jalani, Madura United bisa lebih baik lagi," ucap Rasiman, dikutip laman resmi klub.

Di samping itu, dia akan mencoba semaksimal mungkin untuk mengelola Greg Nwokolo dan kawan-kawan agar tetap berada di top level, serta tak ingin lagi adanya banyak pemain yang mengalami cedera. 

"Saya hanya berusaha mengembalikan semua persoalan kepada posnya masing-masing. Semua orang yang ada di tim, akan diminta untuk profesional. Termasuk orang-orang yang mempersiapkan latihan, mereka harus datang lebih awal, paling tidak satu jam sebelum pemain datang. Jadi, tidak datang injury time seperti yang selama ini yang agak sulit kami kendalikan. Saya mulai mendisiplinkan itu dulu. Orang-orang yang bekerja di Madura harus ber-attitude profesional," tegasnya.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Pria yang juga anggota TNI Angkatan Udara ini juga tetap menjaga asa juara timnya. Seperti diketahui, Madura United sementara ini menempati posisi ketiga dengan poin 30 dari 17 laga yang telah dijalani.

"Selama mimpi masih belum dilarang di dunia, kami harus tetap. Kalau kami bermimpi di langit, meskipun jatuh tetap di langit. Tapi kalau mimpi saja tidak berani, itu hal yang tidak akan relevan dengan kehidupan ini. karena, mimpi boleh setinggi langit," ucap Rasiman.

"Tapi, mimpi yang tinggi itu bukan berarti kami hanya berpangku tangan. Kami juga harus kerja sangat keras dan tentunya berdoa terhadap Tuhan, bahwa ikhtiar dan doa itu lah yang penting dari proses itu. Paling tidak, mimpi itu masih tetap dipelihara sembari membenahi diri sendiri," tegasnya. 

Tutup