England v Andorra - FIFA World Cup 2026 QualifierGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

"Mabuk saat pertandingan"... Kane menanggapi dengan keras ayah Haaland

Alf-Engie Haaland, ayah dari bintang Norwegia Erling Haaland, kembali memanaskan perseteruannya yang sudah berlangsung lama dengan legenda Manchester United Roy Keane, menyusul tersingkirnya Norwegia yang kontroversial dari Inggris di perempat final Piala Dunia 2026.

Melalui akunnya di platform “X”, ayah Haaland menulis ucapan selamat yang bernada sarkastis yang ditujukan kepada “Bellingham dan wasit”, dengan menuduh wasit Prancis Clément Turpin telah “mencuri” kemenangan Norwegia, setelah ia menganulir gol kedua Norwegia pasca tinjauan Video Assistant Referee (VAR) yang menunjukkan Erling Haaland melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson.

Tanggapan Kane pun tak lama datang; ia melontarkan pernyataan pedas dalam program “Stick to Football”, meragukan penilaian ayah Haaland terhadap kejadian tersebut, dengan mengatakan: “Mungkin alkohol memengaruhi penilaiannya karena dia sepertinya selalu minum alkohol saat pertandingan.”

Mantan pemain asal Irlandia berusia 54 tahun itu menambahkan: “Jika Anda minum alkohol, Anda akan melihat pertandingan secara berbeda,” sebuah sindiran yang jelas ditujukan kepada ayah sang bintang Norwegia.

Akar perselisihan antara kedua pria ini bermula pada tahun 2001, ketika Kane dengan sengaja melukai Alf-Engie Haaland—yang saat itu bermain untuk Manchester City—melalui tekel brutal yang secara praktis mengakhiri karier sepak bolanya, sebuah insiden yang kemudian diakui oleh Kane dalam otobiografinya.

Cedera tersebut merupakan balas dendam yang tertunda dari Kane, yang tak pernah melupakan ejekan Haaland terhadapnya pada September 1997 ketika ia mengalami cedera serius pada ligamen cruciatum selama pertandingan antara Manchester United dan Leeds United, di mana ayah Haaland menuduhnya berpura-pura cedera di lapangan.

Meskipun lebih dari seperempat abad telah berlalu sejak insiden tersebut, tampaknya luka di antara kedua belah pihak belum sepenuhnya sembuh, di mana pertandingan antara Inggris dan Norwegia berubah menjadi kesempatan baru untuk saling melontarkan tuduhan dan pernyataan pedas, dalam babak baru dari salah satu perselisihan paling terkenal dalam sejarah sepak bola Inggris.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google