Demba Ba mengungkapkan rasa sedih sekaligus marahnya terhadap ultras Inter Milan yang tergabung dalam Curva Nord, setelah mereka menulis surat terbuka kepada Romelu Lukaku atas aksi rasisme fans Cagliari.
Dalam laga keduanya berkostum Nerazzurri sejak pindah dari Manchester United pada awal Agustus, Lukaku mendapat kesempatan mencetak gol keduanya musim 2019/20 ini melalui titik putih.
Sang striker Belgia mampu mengeksekusi penalti dengan sempurna untuk memberikan kemenangan 2-1 bagi Inter atas Cagliari. Namun yang jadi sorotan adalah sorakan bernada rasisme dari pendukung dua rumah terhadap Lukaku.
Lukaku sudah meminta agar segenap insan sepakbola untuk lebih keras bertarung melawan rasisme setelah pertandingan tersebut, sembari juga mendesak rekan-rekan seprofesi untuk bersatu menentang aksi diskriminasi.
Suporter Cagliari memang sudah sering melakukan aksi rasisme, dengan beberapa pemain seperti Sulley Muntari, Blaise Matuidi dan Moise Kean juga pernah menjadi korban.
Namun, yang mengejutkan justru adanya pembelaan dari Curva Nord Inter terhadap tindakan fans Cagliari, dengan menulis surat terbuka kepada Lukaku menggunakan persepsi mereka sendiri atas arti rasisme.
Mantan penyerang Chelsea, Ba, yang kini bermain di Turki bersama Istanbul Basaksehir, terkejut setelah membaca surat terbuka tersebut dan mengharapkan agar semua pemain berkulit gelap segera meninggalkan Serie A.
"Dan inilah alasan mengapa saya memutuskan untuk tidak bermain di sana [Italia] ketika saya bisa... Dan pada titik tersebut, saya berharap semua pemain berkulit gelap agar keluar dari liga ini! Tentunya itu tidak akan menghentikan kebodohan dan kebencian mereka tapi setidaknya mereka tidak akan mempengaruhi ras lain," demikian respons keras striker 34 tahun tersebut terhadap Curva Nord.
Awal musim 2019/20 ini, kasus rasisme juga terjadi di Liga Primer Inggris dengan baru-baru ini para pemain seperti Tammy Abraham, Kurt Zouma, Marcus Rashford dan Paul Pogba juga menjadi sasaran tindakan tidak terpuji tersebut.


