Romelu Lukaku Inter 2019-20Getty Images

Romelu Lukaku Sudah Tahu Bakal Alami Rasisme Di Italia

Romelu Lukaku mengaku bahwa dirinya sudah mengetahui akan mengalami insiden rasisme di Serie A ketika bergabung dengan Inter Milan dari Manchester United pada musim panas lalu, meski tetap menikmati kehidupan di Italia.

Insiden rasisme terus mengganggu aktivitas sepakbola di Italia, dan sangstriker Belgia berusia 26 tahun menjadi sasaran pelecehan dari tribune saat Inter menang 2-1 atas Cagliari pada September lalu.

Ia mencetak gol kemenangan timnya pada laga tersebut, dan total sembilan gol telah dibukukannya bersama pasukan Antonio Conte sepanjang musim 2019/20 ini. Inter sendiri tampil optimal, dengan hanya tertinggal satu poin dari Juventus yang memuncaki klasemen.

"Saya tahu bahwa cepat atau lambat itu [rasisme] akan terjadi," Lukaku mengakuinya dalam jumpa pers.

"Saya sudah siap untuk itu, karena sebelum datang ke sini saya berbicara dengan beberapa teman yang bermain di Serie A dan mereka memperingatkan saya akan hal tersebut."

"Di Cagliari, itu adalah momen yang sulit. Serie A dan UEFA harus berbuat lebih banyak."

"UEFA harus bertindak. Kita bisa mempromosikan kampanye 'Tidak Untuk Rasisme', tapi jika kami tidak melakukan apa pun untuk melawan fenomena tersebut, itu tidak masuk akal."

Namun Lukaku menegaskan bahwa dirinya tetap merasa bahagia berada di lingkungan barunya, setelah melewati masa-masa yang kurang menyenangkan di United.

"Saya bersenang-senang di Italia," lanjutnya. "Orang-orang di jalan sangat baik kepada saya dan keluarga saya juga suka tinggal di sini. Saya ingin berkonsentrasi pada hal tersebut."

"Ketika saya tidak bermain bagus, saya ingin [pelatih, Antonio Conte] memberitahu saya tentang hal itu. Saya berusia 26 tahun, saya tahu saya bisa lebih meningkat."

Iklan
0