Kiprah Romelu Lukaku selama di Manchester United dianggap buruk dan terungkap bahwa penyebabnya adalah karena menu makanan.
Hal tersebut diungkapkan oleh ahli gizi Inter Milan, Matteo Pincella yang mengatakan bahwa striker internasional Belgia itu punya kebiasaan buruk dalam menyantap makanan saat pertama gabung.
Lukaku awalnya memang digadang-gadang sebagai salah satu striker top dunia, namun kariernya sempat meredup ketika berkostum United.
Selama dua tahun berada di Old Trafford, dari 2017 hingga 2019, peran pemain yang sekarang berusia 27 tahun itu tidaklah menonjol dan statistiknya sebagai bomber kurang memuaskan dengan hanya mengemas 28 gol dari 66 penampilannya di Liga Primer Inggris.
Dalam sebuah podcast, Lukaku secara khusus memuji peran Pincella yang mengubah kebiasaan makannya selama di Manchester dan berkat sang ahli gizi, berat badannya di Inter menurun sekitar 7kg.
La Gazzetta dello Sport menguraikan beberapa kebiasaan buruk soal makanan yang dibawa Lukaku dari Manchester United, yakni gemar menyantap pasta dengan saus krim carbonara serta pizza dengan taburan nanas.
Sorotan khusus ada pada menu pizza dengan taburan nanas, karena selain kombinasinya dibenci oleh orang-orang Italia, menu tersebut tidaklah layak bagi seorang atlet.
Sejak mengubah pola makannya, Lukaku membuktikan kualitasnya sebagai salah satu penyerang menakutkan di dunia bersama Inter sejak bergabung pada musim panas 2019.
Di Giuseppe Meazza, Lukaku telah membukukan total 42 gol dari 62 penampilannya di Serie A sejauh ini.
Musim 2020/21 ini bahkan perannya semakin mencuat bersama Inter, yang dibawanya bertengger di puncak klasemen sementara dan menjadi favorit meraih Scudetto.




