Rekrutan anyar Chelsea, Romelu Lukaku mengatakan bahwa dua tahun bermain bersama Inter Milan membantunya menjadi sosok striker sejati dan bertekad memenangkan lebih banyak gelar di musim 2021/22.
Lukaku pulang ke Stamford Bridge 10 tahun setelah dulu tiba sebagai remaja minim pengalaman, bergabung dari Anderlecht dengan reputasi sebagai salah satu prospek terpanas di planet ini.
Namun, ia tidak dengan cepat memenuhi ekspektasi tersebut di Liga Primer Inggris dan beruntung ia pindah ke Serie A, di mana dirinya berkembang pesat sebagai penyerang komplet berkat asuhan Antonio Conte di Inter.
Kata bomber Belgia itu kepada laman resmi Chelsea: "Saya merasa lebih komplet. Saya telah mencoba untuk menguasai semua aspek yang dibutuhkan seorang striker dan saya mau terus meningkatkan detail-detail kecil sepanjang waktu dan juga kekuatan saya."
"Saya seorang pemimpin namun juga sebagai sosok perekat, memastikan bahwa semua orang merasa nyaman dan percaya diri. Begitulah cara saya memimpin."
"Ketika ada momen sulit dalam pertandingan, teman-teman bisa bersandar pada saya dan saya akan selalu menyemangati mereka, tidak pernah membiarkan mereka terpuruk atau menyalahkan mereka."
Mengenai perbedaan antara sepakbola Italia dan Inggris, Lukaku menambahkan: "Italia secara taktik dan teknis adalah liga yang lebih baik tapi di sini, di Inggris, semua tentang intensitas. Itulah yang menjadi perbedaan."
"Tapi itu bukan masalah, karena saya sudah pernah bermain di sini selama delapan tahun dan saya tahu apa artinya itu. Saya bukan seperti pemain yang baru datang dan tidak tahu apa yang diharapkan. Saya kenal liganya ... dan sekarang kami harus menatap ke depan."
"Saya adalah versi baru dari pemain yang sama sebelumnya. Saya telah berevolusi dan tim yang saya bela adalah tim yang sangat kuat, jadi sekarang kami hanya perlu membuktikannya di lapangan dengan mengejar gelar juara Liga Primer."
Lukaku kembali ke Chelsea dengan nilai tebusan fantastis £98 juta pada musim panas ini, usai mencetak 64 gol, termasuk 24 di Serie A musim lalu saat Nerazzurri meraih Scudetto pertama mereka dalam 11 tahun, dan juga memberikan 16 assist.




