Spanyol harus mengakhiri perjalanan mereka di Euro 2020 setelah kalah dari Italia lewat adu penalti di Stadion Wembley dengan skor akhir 4-2 (5-3), Rabu (7/7) dini hari WIB.
Spanyol dan Italia bermain imbang 1-1 pada waktu normal. Gol Federico Chiesa pada menit ke-60 mampu dibalas oleh Alvaro Morata 20 menit berselang, dan pada babak tambahan waktu, kedua tim gagal menambah angka yang membuat pertandingan dilanjutkan hingga adu penalti.
Meski gagal menjadi juara, pelatih La Furia Roja Luis Enrique tetap bangga terhadap anak asuhnya yang telah tampil maksimal di edisi kali ini, dengan skuad Spanyol yang awalnya diremehkan oleh banyak penggemar.
Apa yang dikatakan Enrique?
"Kami memainkan Euro 2020 dengan hebat!" kata Enrique dilansir dari Diario AS. "Setelah sembilan tahun melintasi gurun, Spanyol kini telah kembali."
"Kami memberi tim tepuk tangan karena mereka telah melakukan pekerjaan yang luar biasa."
"Saya berterima kasih kepada Morata dan memeluknya. Dia memungkinkan kami untuk bermimpi. Mereka sangat ingin mendapatkan adu penalti dan kami ingin bermain setengah jam lebih lama."
"Saya bangga dengan apa yang saya lihat. Semua pemain luar biasa, bahkan mereka yang bermain sebentar. Mereka telah menambahkan persaingan di dalam tim. Kami ingin membangun tim yang akan dibanggakan oleh para penggemar dan kami berhasil."
"Ketika Anda melakukan ini, Anda harus tahu bagaimana menang dan kalah; Anda jangan menangis dan bangkit."
Getty ImagesTerkhusus untuk Pedri, Enrique memberikan pujian yang lebih kepada pemain berusia 18 tahun tersebut.
Mantan bos Barcelona itu mengatakan bahwa dirinya belum pernah melihat pemain dengan kualitas luar biasa layaknya Pedri.
"Apakah ada yang melihat apa yang telah dilakukan Pedri, seorang anak laki-laki berusia 18 tahun? Saya belum pernah melihat pemain seperti itu, bahkan [Andres] Iniesta pun tidak."


