Luciano Spalletti mengatakan Inter Milan bermain dengan penuh ketegangan dan rasa cemas saat bermain imbang 1-1 lawan PSV Eindhoven di laga terakhir fase grup Liga Champions.
Mauro Icardi menyamakan skor di babak kedua setelah sempat tertinggal lewat gol cepat Hirving Lozano, namun hasil tersebut tak cukup membawa mereka lolos ke fase gugur.
Inter harus menutup kampanye Grup B di posisi ketiga, di belakang Tottenham Hotspur yang meraih hasil imbang dengan skor serupa di markas pemuncak grup, Barcelona.
"Kami gagal menjaga ketenangan, meski faktanya segalanya waktu itu masih mungkin. Kami membiarkan bola lepas, secara taktik tak terorganisir dan PSV dibiarkan memiliki beberapa serangan balik berbahaya," keluh Spalletti kepada Sky Sport Italia.
"Dengan kecemasan yang bertumbuh, Anda kehilangan cara untuk mengontrol permainan dan itu menjadi sukar. Kami punya beberapa peluang untuk mencetak gol, tapi sikap yang kami tunjukkan tidaklah tepat."
"Tidak setiap tim bisa mengalahkan tim yang lainnya. Ini mempertimbangkan psikologis tim dan kami harus menjaga agar pertandingan tetap seimbang, namun kami tak terkontrol setelah tertinggal."
"Biasanya, penonton bersorak dan pemain melihat apa yang terjadi. UEFA bertanya apakah saya ingin untuk memiliki hasil laga lain muncul di layar dan saya berkata ya. Tim seperti Inter butuh kekuatan mental untuk menangani situasi itu."
Finis ketiga membuat Inter harus melanjutkan kampanye Eropa mereka di Liga Europa, dengan memasuki babak 32 besar.
Getty



