Louis van Gaal Manchester United Premier LeagueGetty

Louis van Gaal Sosok Rumit, Tetapi Terbaik

Mantan gelandang Bayern Munich Danijel Pranjic menilai Lous van Gaal adalah pelatih dengan pengetahuan sepakbola terbaik yang pernah dikenalnya, namun kepribadian sang pelatih membuat sedikit pesepakbola yang sanggup berlama-lama dengannya.

Pranjic menghabiskan dua tahun bersama pelatih veteran tersebut di Allianz Arena untuk meraih gelar Bundesliga, DFB-Pokal dan lolos ke final Liga Champions. 

Karena tuntutan kesempurnaan yang begitu tinggi dari van Gaal, hanya sedikit pemain yang punya hubungan baik dengan sang pelatih dan salah satunya adalah Pranjic. 

"Dia begitu terobsesi dengan filosofi sepakbola sesempurna mungkin," ujar Pranjic pada Goal dan SPOX. "Para pemain bisa menikmati keuntungan dari itu dan secara personal saya tidak pernah punya pelatih sebaik dia."

"Cara dia berpikir dan bekerja juga akan menguntungkan klub, lihat saja bagaimana Bayern bermain sebelum dan sesudah van Gaal datang. Sangat berbeda."

"Tetapi di sisi lain, dia juga merupakan sosok yang sulit untuk dihadapi. Secara personal saya tidak pernah punya masalah dengannya, kami punya hubungan baik, namun secara tim, dia adalah tipe pelatih untuk satu musim saja."

"Pesepakbola juga manusia yang sering melakukan kesalahan tetapi dengan van Gaal semuanya harus berjalan sempurna. Dia menyinggung sejumlah pemain. Kami tidak bisa bersantai sehingga atmosfer di sesi latihan tidak pernah tenang."

"Situasi itu bisa berjalan selama satu musim, terutama ketika Anda meraih kesuksesan namun dalam jangka panjang masalah akan bermunculan terutama untuk sebuah grup di mana usia pemainnya lebih dari 25 tahun."

"Tetapi apapun itu, Anda tidak bisa membandingkan van Gaal dengan siapapun. Dia adalah ahli sepakbola terbaik yang pernah saya temui."

Ditanya lebih detail pemain yang tidak harmonis dengan van Gaal, Pranjic menyebut ikon Bayern Frank Ribery yang sekarang berkostum Fiorentina. 

"Hubungannya dengan pelatih tidak pernah mulus sejak hari pertama hingga akhir karena van Gaal ingin melihatnya mengambil peran nomor 10," lanjutnya. 

"Tetapi Ribery tidak bahagia, dia bersikeras bermain hanya di sayap kiri."

"Saya sendiri merasa jika Franck bisa lebih mengendalikan diri dan mematuhi instruksi pelatih, Bayern akan memiliki mood yang lebih baik dan van Gaal bisa bekerja lebih lama."

Iklan
0