Lorenzo Lucca Italy Under 21Getty Images

Siapa Lorenzo Lucca, Pencetak Gol Terbanyak Pisa Di Serie B & Italia U-21?

Pisa masih kokoh di puncak klasemen sementara Serie B hingga giornata ketujuh.

Pada laga terkini, tim berjuluk Nerazzurri tersebut mengalahkan Reggina dengan skor 2-0 di rumahnya, Stadion Arena Gribaldi.

Gol bunuh diri Cionek bawa Pisa unggul cepat sejak menit keenam. Kemenangan skuad arahan Luca D’Angelo dipastikan Lorenzo Lucca via titik penalti pada menit ke-68.

Jelas, striker kelahiran 2000 itu menjadi protagonis Pisa pada awal musim. Klub asal Tuscani langsung tancap gas dalam usaha promosi pertama mereka sejak musim 1990/91.

Pisa belum terkalahkan. Klub biru-hitam mencatatkan enam kemenangan dan sekali imbang dari tujuh pertandingan. Mereka mengoleksi 19 poin, unggul empat angka dari pesaing terdekat Cremonese.

Di satu sisi, Pisa boleh banggakan performa lini defensif. Mereka jadi tim yang paling minim kebobolan sejauh ini dengan empat gol.

Di sisi lain, klub berlogo Menara Pisa tersebut juga bisa berbesar hati dengan kedatangan Lucca, debutan Serie B yang belum apa-apa sudah menyumbangkan enam gol. Musim lalu, ia masih berada di Serie C berkostum Palermo.

Lucca melakoni debut di timnas U-21 Italia pada 7 September lalu. Ia masuk sebagai pemain pengganti dalam kemenangan atas Montenegro 1-0. Terkini, sang striker dipercaya sebagai pemain inti sekaligus menandai gol pertamanya bareng Azzurrini dalam hasil imbang kontra Swedia.

Siapa Lorenzo Lucca? Sang Emas Pisa & Bomber Serie B

Lahir di Moncalieri, Turin, Lucca pindah ke tim junior Vicenza, tempat ia melakoni debut profesional di Serie C. Sempat ke Torino meski tidak pernah diturunkan di tim utama, ia lalu ke Brescia untuk mengemas 16 gol dalam 18 laga pada musim 2018/19). Kemudian di Palermo, ia menggelontorkan 13 gol.

Sensasi Lucca tentu tidak luput dari perhatian. Sebelum gol kontra Reggina, ia mempersembahkan sepasang di Alessandria, diikuti satu lainnya melawan Ternana sebelum memukul dua korban “beken” seperti Monza dan menjebol gawang Parma yang dikawal Gianluigi Buffon.

"Bayangkan saja Gigi Buffon mengatakan kepada saya bahwa dia tidak melakukan kesalahan. Tapi, Lucca benar-benar sangat kuat dari lapangan. Saya melihatnya melawan Parma. Dia kuat, punya bakat murni, saya tidak mengerti bagaimana dia cuma bermain di Serie B, dia membuat kami terkesan. Luar biasa,” ucap mantan penyerang timnas Italia, Antonio Cassano, kepada La Gazzetta dello Sport.

Kata-kata yang rasanya seperti penobatan. Peluang masuk skuad timnas Italia untuk Piala Dunia Qatar pada 2022 mungkin masih terlalu dini bagi Lucca. Tapi minimal, ia sudah membuat Roberto Mancini melirik.

"Lucca kuat, tapi ia harus meloloskan Italia U-21 ke Euro. Terkadang kami harus menemukan kesepakatan dan meninggalkan pemain di sana yang nantinya bisa memulai jalur di timnas senior,” kata pelatih timnas Italia itu.

Untuk berbalut jersey Azzurri, Lucca yang masih berusia 21 tahun ini masih butuh waktu. Sementara ini, ia akan lebih dulu jadi andalan Azzurrini.

Dengan rata-rata [hampir] satu gol per pertandingan bersama Pisa, tentu bukan “kartu nama” yang buruk bagi Lucca dan Milan sudah disebut-sebut terpincut membajak pemain yang gaya mainnya disamakan dengan bomber legendaris Serie A dan timnas Argentina, Gabriel Batistuta.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0