Liverpool West Ham GFXGetty/Goal

Kekikukan Lini Tengah, Blunder Alisson, Dan Buang Peluang: Liverpool Koyak Di Markas West Ham United

Laga ini adalah momen yang paling tepat menyimpulkan malam yang menyedihkan bagi Liverpool.

Laga telah bergulir 88 menit dan Liverpool masih tertinggal. The Reds berusaha untuk memaksakan gol penyeimbang saat West Ham menumpuk enam bek sejajar untuk mempertahankan keunggulan yang berharga.

Kapten Jordan Henderson mengambil alih penguasaan bola hingga setengah lapangan The Hammers. Ia berusaha memberikan umpan kepada Andy Robertson di sayap kiri.

Itu adalah umpan langsung ke depan dengan jarak sekitar lima meter, tapi Henderson melakukan kesalahan, bola meluncur tanpa bahaya keluar lapangan. Hingga, ia dan Robertson saling memandang dengan tatapan kosong.

Itu adalah hari yang [salah] seperti itu.

Alhasil, rekor panjang tidak terkalahkan milik Liverpool kudu berakhir. Seandainya The Reds mampu menghindari kekalahan ini, mereka akan mencatatkan rekor klub baru dengan 26 laga tanpa kalah di lintas ajang, memastikan tempat Hendo dan kolega dalam sejarah klub.

Liverpool gagal. Tim Klopp runtuh dalam menghadapi serangan solid di babak kedua dari pasukan Moyes, yang mnyalip The Reds di tabel sementara Liga Primer Inggris sebagai konsekuensinya.

Tim tuan rumah layak dapat poin. Gol bunuh diri cepat dari Alisson Becker dan serangan cepat dari Pablo Fornals serta sundulan Kurt Zouma dalam kurun tujuh menit pada babak kedua menyegel kemenangan kubu London Timur.

Tim tamu membalas melalui tendangan bebas Trent Alexander-Arnold sebelum turun minum, dan membuat menit akhir yang menegangkan melalui gol pemain pengganti Divock Origi.

Liverpool mungkin mengeluh terkait proses gol pembuka West Ham, yang dicurigai sebagai handball atau pelanggaran. Fakta lainnya bahwa Aaron Cresswell beruntung terhindar dari kartu merah karena tekel liar terhadap Henderson, tapi mereka tidak mengeluh tentang hasilnya. The Reds mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan.

Untuk sekali ini, jeda internasional mungkin akan disambut di Anfield. Kesempatan untuk menyegarkan dan mengisi ulang, untuk mengembalikan kebugaran pemain dan untuk mengambil istirahat dari beberapa pekan yang sibuk.

Satu hasil tidak boleh menggoyahkan keyakinan atau keyakinan Liverpool. Mereka jelas masih dalam trek perburuan gelar Liga Primer dan Liga Champions.

Tapi, Klopp tentu menyadari bahwa ada yang salah dari timnya yang kini telah kehilangan lima poin dalam waktu delapan hari [sebelum diimbangi Brighton 1-1]. Imbasnya, kini mereka terpaut empat poin dari pemuncak klasifika Chelsea.

Jurgen Klopp Liverpool West Ham 2021-22Getty

Babak kedua yang hambar melawan Brighton diikuti oleh penampilan yang lesu di ibukota, kualitas lini tengah Klopp kembali dipertanyakan.

Cedera tidak membantu. Naby Keita, Curtis Jones, James Milner, dan Harvey Elliott semuanya absen di sini. Adapun Thiago Alcantara hanya fit untuk tampil selama 20 menit. Tapi, jika kita harus bersimpati dalam hal itu, keputusan untuk tidak mencari pengganti langsung Gini Wijnaldum tentu tampak memburuk setiap pekan.

Alex Oxlade-Chamberlain adalah orang yang memimpin pertandingan melawan West Ham. Ia menjadi starter di liga untuk kali pertama sejak akhir pekan pembuka musim ini. Sang pemain tampil bagus melawan Atletico Madrid pada tengah pekan lalu—meskipun melawan 10 pemain.

Mantan pemain Arsenal itu juga punya kenangan indah tentang tanah ini setelah mencetak gol The Reds pertamanya di sini pada 2017, tapi penampilannya tidak banyak menunjukkan bahwa dia adalah jawaban untuk Klopp dalam jangka pendek, menengah, atau panjang.

Chambo bukan satu-satunya yang kesulitan. Alisson pasti tidak akan melihat salah satu dari tiga gol West Ham dengan bangga, sementara Robertson mengalami malam yang frustrasi.

Sementara Mohamed Salah, pencetak gol terbanyak sementara liga, gagal menghasilan banyak peluang. Sadio Mane melewatkan peluang emas untuk mencuri satu poin di masa tambahan waktu.

Pada akhirnya, West Ham merayakan kemenangan sedangkan Liverpool menggertakkan giginya.

Pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dan peningkatan diperlukan, tentu jika ingin gelar Liga Primer kembali ke Anfield pada Mei mendatang.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0