Mantan manajer Liverpool, Gerard Houllier meyakini Barcelona dibuat ketakutan dengan atmosfer Anfield yang menyebabkan mereka gagal lolos ke final Liga Champions musim ini.
The Reds membalikkan defisit agregat 3-0 pada leg pertama menjadi unggul 4-3, sekaligus menyebabkan kampiun La Liga Spanyol mengubur ambisi melaju lebih jauh dari semi-final.
Houllier, yang pernah membawa Liverpool juara Piala UEFA musim 2001/02, mengklaim dirinya memang selalu yakin bahwa bekas klubnya mampu untuk mewujudkan kemustahilan yang ada.
"Saya tidak tahu mengapa tapi saya mempunyai perasaan bahwa mereka akan melaju, bahkan setelah laga [kekalahan] di Barcelona," ujar Houllier kepada talkSPORT.
"Mereka sangat tidak beruntung di Camp Nou dan tidak ada yang spesial dari tim ini dan saya punya perasaan aneh bahwa mereka akan lolos."
"Klub ini sesuatu yang spesial bagi fans. [Atmosfer Anfield] tidak kasar, tidak agresif, tapi sangatlah keras dan dan itu memacu para pemain untuk menyerang."
"Begitu mereka mencetak gol pertama, saya tahu mereka akan lolos. Mereka tampak praktis dan tak tertahankan dan itu juga membuat lawan ketakutan. Untuk gol terakhir, Barcelona benar-benar terpaku."
Di partai final, Liverpool bakal menghadapi pemenang semi-final lainnya antara Tottenham Hotspur dan Ajax Amsterdam di Wanda Metropolitano, Madrid.
Getty



